BeritaKaltim.Co

Kecelakaan Laut di Bontang: Kapal Diterjang Gelombang 3 Meter

Nasdir, Nakhoda kapal yang mengalami kecelakaan laut.
Nasdir, Nakhoda kapal yang mengalami kecelakaan laut.

BONTANG, BERITAKALTIM.com – Petaka terbaliknya sebuah kapal berpenumpang di perairan Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), terjadi sekira pukul 15.00 Wita, Minggu (2/8/2015) tadi.

Dari keterangan sang nahkoda, Hasdir, musibah itu terjadi sesaat setelah meninggalkan Pulau Beras Basah (bukan menuju ke Pulau Beras Basah, Red.).

Di tengah perjalanan, kapal oleng karena ombak yang cukup besar dengan ketinggian 2 sampai 3 meter. Lantaran panjang kapal itu diperkirakan hanya sekira 15 meter dengan lebar 1,5 meter, Hasdir mengaku tak mampu mengendalikan kemudinya saat air menghempas kapal tersebut. Penyebab terbaliknya kapal itu, diakui Hasdir lantaran penumpang bergoyang saat diterjang gelombang pertama.

“Karena saya tidak bisa mengendalikan, sempat saya coba melawan arus 3 kali sebelum kapalnya terbali,” aku pria berumur 23 tahun itu, Minggu (2/8/2015) sore ini.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, saat ini Hasdir telah diamankan di Polisi Perairan (Polair) Bontang, Pelabuhan Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (2/8/2015) sore ini, untuk dimintai keterangan.

Hasdir, nahkoda kapal tanpa nama yang terbalik di sekitar Pulau Beras Basah, Minggu (2/8/2015) sekira pukul 15.00 Wita tadi, tampak syok saat dibawa ke kantor Polair Bontang.

Saat dicecar pertanyaan, remaja berusia 23 tahun itu tak kuasa menahan tangis. Matanya tampak memerah, dengan wajah pucat dan tubuh bergetar.

Di depan petugas, Hasdir mengaku, kapal ketinting (bukan kapal penumpang pada berita sebelumnya, Red.) yang digunakan itu kerap difungsikan untuk mengangkut penumpang.

Tetapi, tindakan itu tidak melalui prosedur atau legal. “Kapal ini milik Junet, orang (warga, Red.) Tanjung Laut,” ucap Hasdir, dengan bibir gemetar.

Sejatinya, menurut pengakuan Hasdir, kapal ini hanya memiliki panjang 6 meter dan lebar 2 meter. “Penumpang yang saya bawa 10. Empat perempuan, 6 laki-laki,” jelas Hasdir.

Diketahui pula, penumpang yang menaiki kapal ini diangkut dengan cara ilegal tanpa izin dari Polair Bontang. Hasdir menyatakan, penumpang naik dari Pelabuhan Tanjung Laut dengan tarif Rp 350 ribu untuk sekali carter pulang-pergi (PP) menuju Pulau Beras Basah.

Dari hasil interogasi sementara petugas Polair Bontang, kapal yang dinahkodai Hasdir ini tak satupun memiliki pelampung. #fs

Comments are closed.