BeritaKaltim.Co

Tunggakan ke Kontraktor di Samarinda Dibayar Tahun 2016

ismasyah-webSAMARINDA.BERITAKALTIM.com-Tunggakan pembayaran pekerjaan di Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda ke kontraktor sebesar Rp222 miliar baru bisa dibayar Tahun 2016 menggunakan APBD Samarinda Tahun Anggaran 2016.

“Kita tidak bisa bayar di APBD-Perubahan 2015. Dana tak tersedia. Kita baru bisa bayar di APBD Murni Tahun 2016,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda, H Ismansyah saat dihubungi beritakaltim.com, kemarin.

Utang proyek tahun 2014 itu tersebar di Bidang Bangunan Gedung, Parasarana Kota, Perumahan dan Permukiman, dan Penataan Kota. Proyek belum terbayar itu ada yang murni dikerjakan tahun 2014 dan ada juga proyek multi years yang sudah harus dibayar tahun 2016, sesuai kontrak yang dibuat sebelumnya dan pekerjaan akan selesai tahun 2016.

“Kita sudah selesai merekap seluruh kewajiban ke kontraktor yang harus dilunasi dan sudah dilaporkan ke Bappeda dan DPRD Samarinda, tim anggaran pemerintah maupun badan anggaran di DPRD,” ujar Ismansyah.

Menurutnya bila kedua tim anggaran menyetujui utang Rp222 miliar itu dialokasikan di APBD Tahun 2016, maka seluruh utang bisa dibayarkan sebab, di APBD-Perubahan 2015 yang sudah disahkan pembayaran utang tidak bisa diakomodir.

Dijelaskan Ismansyah, utang proyek itu adalah kumpulan dari kewajiban kepada kontraktor proyek multi years dan sisa tagihan kontraktor yang belum terbayar penuh pada tahun 2014 lalu. Tagihan kontraktor itu belum terbayar penuh karena saat pekerjaan sudah diselesaikan, batas waktu memasukkan tagihan sudah berakhir.

“Ketentuannya kan semua kelengkapan tagihan sudah harus lengkap tanggal 10 Desember setiap tahunnya, tapi banyak pada tanggal itu berkas belum lengkap, bahkan ada kontrak pekerjaan yang belum berakhir sebab dalam kontrak disebutkan masa pengerjaan proyek sampai 20 Desember,” ucapnya.

Saat urusan bayar membayar itu belum selesai 10 Desember, APBD Tahun 2015 sudah disahkan dan tak bisa diubah-ubah lagi, maka utang baru bisa dibayar dengan dana di APBD 2016.

Sebab lain adanya utang proyek tersebut, tambah Ismansyah, misalnya ada proyek tahun 2014 yang belum selesai 100% sebelum tanggal 10 Desember dan kontraktor minta perpanjangan waktu untuk menyelesaikan.

Atas permintaan kontraktor itu, pemerintah memberi waktu perpanjangan 50 hari kerja, sehingga ketemunya proyek baru selesai Maret-April tahun 2015. Untuk kasus seperti itu, sesuai ketentuan, ya baru bisa dibayar tahun 2016.#into

Comments are closed.