BeritaKaltim.Co

Gedung Baru SMA Negeri 1 Bontang Rusak

gedung sekolah rusakBONTANG, BERITAKALTIM.com – DPRD Bontang menilai kerusakan bangunan baru di SMA Negeri 1 Bontang tidak melalui perencanaan yang baik. Akibatnya, selain kontraktor pekerja mendapat kendala di lapangan dan pengerjaan proyek menjadi lebih lama.

Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris menyayangkan kejadian kerusakan fasilitas belajar mengajar tersebut. Apalagi, gedung baru senilai Rp 59 miliar tersebut sudah rusak sebelum digunakan. Kata dia, rancangan pembangunan tidak dilakukan secara kualitatif. Sehingga, proses pengerjaan bangunan tersebut molor dari waktu yang ditentukan yakni Desember 2014 menjadi November 2015.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam perancangan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dinilai tidak memperhitungkan nilai fungsi dan guna bangunan yang didirikan. Sebab, dalam rancangan yang diusulkan DPU tidak tercantum interior laboratorium. Artinya, dalam pengerjaan laboratorium yang dibangun hanya ruangan kosong saja.

“Kok bisa bangunan laboratorium hanya ruang kosong tanpa meja dan sarana pendukung lainya,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPRD Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Senin (10/8/2015).

Ke depan, lanjut Agus rancangan bangunan sebaiknya dilakukan pakar yang ahli di bidangnya, sehingga kesalahan semacam ini tidak terulang kembali. “Ini pelajaran bagi Dinas PU nantinya untuk rencangan bangunan harus dikerjakan oleh pihak yang benar-benar kompeten dalam hal konstruksi,” kata dia.

Akibatnya, lanjut Agus durasi pekerjaan pembungunan menjadi lebih lama. Seharusnya bangunan sudah digunakan karena kesalahan dalam perancangan prosesnya memakan waktu lebih.

Lalu, terkait kerusakan bagian dinding gedung menurut Agus, perlu dilakukan penelitian lebih dulu penyebab retaknya bangunan. Jika kerusakan tersebut dapat berdampak terhadap struktur bangunan pihaknya akan mendesak Pemkot untuk menunda sisa pembayaran kepada kontraktor hingga bangunan tersebut diperbaiki.

Sebelum serah terima pihak kontraktor, dia pun meminta harus memastikan bangunan tersebut telah siap digunakan untuk menghindari risiko dari kesalahan konstruksi.

“Pastikan dulu bangunan tersebut layak untuk ditempati, saya minta pemerintah tahan dulu uang sisa pastikan sudah aman,” tandasnya.

Senada, Sekretaris Pansus P2APBD Bontang tahun 2014 Bilher Hutahean mengatakan, dari hasil peninjauan ke lapangan untuk mengecek dan meneliti secara langsung realisasi penggunaan APBD 2014 ada beberapa persoalan di gedung baru sekolah pelat merah tersebut.

“Kami minta pemkot menunda pembayaran kontraktor tersebut sebelum menyelesaikan perbaikan pada semua bangunan karena dikhawatirkan sangat riskan dalam segi keamanannya,” kata Bilher.

Ia mengemukakan, sejumlah bangunan yang retak tersebut, meskipun masih dalam tahap perbaikan dari pihak kontraktor, dibutuhkan adanya tekanan dari Pemkot khususnya dari pihak konsultan Dinas Pekerjaan Umum kepada pihak kontrkaktror untuk segera menuntaskan bangunan itu. Dan berharap jangan sampai digunakan sebelum kondisi bangunan 100 persen selesai.

“Kami berharap bangunan itu selesai 100 persen, setelahnya bisa ditempati, kalau dalam kondisi saat ini kita minta jangan dulu karena sangat berisiko,” ujarnya. #fs

Comments are closed.