BeritaKaltim.Co

Tagih Jatah Bendungan ke Pusat, PU Harus Pro Aktif

ok-sarkowiSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk pro aktif melakukan komunikasi ke pusat terkait program unggulan Presiden Jokowi yang ingin membangun 49 bendungan baru dalam lima tahun di seluruh Indonesia.

Politikus Partai Golkar tersebut berharap agar salah satu bendungan tersebut dibangun di Kaltim. Menurutnya bendungan dapat mendukung program swasembada pangan yang juga menjadi program unggulan Pemprov Kaltim.

“Kami berharap program unggulan Presiden Jokowi tersebut dapat menyentuh Kaltim. Kalau bisa lebih banyak. Untuk itu, perlu komunikasi yang intens ke pusat,” ucapnya.

Seperti diketahui Menteri PU dan Perumahan Rakyat telah melakukan penandatanganan kontrak untuk pembangunan empat bendungan. Empat proyek pembangunan memakan anggaran mencapai Rp 2,1 triliun.

Adapun, keempat bendungan yang ditandatangani kontrak pembangunannya adalah Bendungan Karian (Banten), Bendungan Passeloreng (Sulawesi Selatan), Bendungan Tanju, dan Bendungan Mila (Nusa Tenggara Barat). Sebelumnya, ada empat bendungan yang sudah lebih dulu ditandatangani kontraknya, yakni Bendungan Raknamo (Nusa Tenggara Timur), Bendungan Logung (Jawa Tengah), Bendungan Keureuto (Aceh), dan Bendungan Lolak (Sulawesi Utara).

Lebih lanjut, Sarkowi mengharapkan pembangunan bendungan tersebut bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk penanggulangan banjir, perbaikan dan pengadaan sistem irigasi untuk tujuan swasembada produk pertanian, dan pembangkit listrik tenaga air.

“Program bendungan yang menjadi prioritas tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian. Jadi program kita tidak hanya mengandalkan sumber daya alam saja, tetapi harus juga mengarah kepada sektor pertanian,” imbuh Sarkowi. (adv/rid/dhi)

Comments are closed.