BeritaKaltim.Co

13.011 Warga Diimbau Aktivasi KTP-el

Filtermen
Saat Pencetakan Belum Teraktivasi Imbas Aplikasi Card Reader Eror

SAMARINDA,BERITAKALTIM.com – Sebanyak 13.011 warga yang sudah mendapatkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) diimbau untuk melakukan aktivasi di kantor Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Samarinda karena tidak terbaca di server pusat Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“Mulai Februari 2015, pusat menyerahkan ke daerah untuk melakukan pencetakan dan sekarang sudah tercetak 20.897 keping KTP-el. Pada Mei terhenti pencetakan karena kerusakan server selama 1 bulan lebih di Capil, kemudian kira-kira 1 Minggu sudah selesai diperbaiki Kementerian Dalam Negeri Bidang Infoduk dan Juni mulai cetak lagi, tapi karena banyak permintaan masyarakat dan aplikasi card reader sering eror, maka mencetak tanpa aktivasi,” ucap Kepala Discapilduk Samarinda Fitermen kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (24/8/2015).

Oleh karena itu, Fitermen yang didampingi Kabid Pendaftaran Penduduk Abdulah Sani mengimbau warga yang belum melakukan aktivasi untuk datang ke Dinas Capilduk melakukan aktivasi.

“Di pusat malah terbaca 13.017 yang belum melakukan aktivasi. Jika warga tidak melakukan ini, dianggap daerah lambat melaksanakan pencetakan KTP-el dan kemungkinan terburuk, pasokan blangko akan dikurangi karena dianggap blangko yang ada saja belum semuanya dicetak. Padahal sekarang kita sudah kehabisan blangko dan stop melakukan pencetakan,” terangnya.

Menurutnya, pentingnya aktivasi bagi warga pemengan KTP-el ini, digunakan untuk mengakses berbagai layanan, seperti perbankan atau administrasi kependudukan. Aktivasi juga akan membuktikan chip yang tertanam dalam e-KTP dalam kondisi yang baik.

“Chip KTP-el yang berisi biodata dan foto pemilik KTP-el telah menjalani proses uji. Aktivasi adalah langkah wajar yang juga diberlakukan untuk layanan lain seperti layanan kartu kredit atau kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Jika tidak diaktivasi sekarang, maka masyarakat yang justru dirugikan, karena KTP-el yang mereka miliki tidak bisa dibaca oleh card reader saat mengakses layanan publik,” katanya.

Imbas dari erornya aplikasi card reader, sebutnya, mereka menyurati pusat, bahwa mereka telah melakukan pencetakan KTP-el 13.011, hanya belum melakukan aktivasi sehingga tidak terbaca oleh server pusat. “Harapan kita dengan surat resmi ini, kita tidak dikurangi jatah blangko KTP-el. Apalagi saat ini blangko sudah habis,” harap Fitermen.#hms2

Comments are closed.