BeritaKaltim.Co

Alasan Andi Harun Tak Maju di Pilwali Bontang

Andi Harun
Andi Harun

Ketua DPD II Golkar Bontang Andi Harun akhirnya angkat suara juga perihal batalnya dirinya bertarung pada Pilkada Bontang. Dihadapan ratusan kader dan simpatisan Golkar, Andi Harun pun membeberkan beberapa alasan yang membuatnya tak jadi maju untuk memperebutkan kursi nomor 1 di Pemkot Bontang.

Kata dia, alasan pertama yang membuat dirinya tak jadi maju adalah skenario pengkhianatan yang dilakukan seseorang yang dia sebut dengan inisial SH. Secara detail, Andi Harun pun tak ragu menceritakan kronoligis suasana politik kala itu.
“Saya tidak akan menyebutkan namanya. Tidak etis. Yang jelas, saya saat itu dihubungi berpuluh-puluh kali oleh SH yang meminta saya untuk bertemu dengan dirinya. Sebenarnya saya sudah diperingatkan oleh kader lain jangan percaya dengan SH. Tapi karena saya selalu positif thinking ya akhirnya saya bertemu dengan SH. Di rumahnya di Samarinda,” kata Andi Harun.

Dalam pertemuan itu, terjadi suatu lobi politik. Yang isinya, Andi Harun diminta SH maju di Pilwali dengan menggandeng sang istri yang berinisial NM. Ada tiga syarat yang diminta SH pada skenario itu. Pertama, NM jadi pendamping Andi Harun. Kedua, Andi Harun bisa melobi Ketua DPD I Golkar Kaltim Mukmin Faisyal agar SH bisa kembali masuk dalam jajaran pengurus Golkar Kaltim dan ketiga uang operasional tim.

“Ketiga syarat ini saya penuhi. Tanpa penawaran sekalipun dari saya,” ujarnya.

Namun dalam perjalanannya, sehari menjelang pertemuan, SH justru mendeklarasikan NM maju lewat jalur independen dengan pengusaha ternama di Bontang. “Ini yang membuat saya kaget. Kenapa setelah pertemuan itu saya justru ditinggal,” ujarnya.

Alasan lain ternyata bukan hanya itu saja. Andi Harun mengaku tak bisa berbuat apa-apa ketika putusan DPP Golkar yang justru meminta dirinya maju dengan Neni Moernaeini. Komposisinya, Neni sebagai Bontang 1 dan Andi Harun sebagai Bontang 2. “Ini kan maunya partai seperti ini. Saya sudah siap. Tetapi, ternyata kan lain ceritanya. Yang diminta berdampingan dengan saya justru maju lewat jalur independen,” ceritanya.

Maka dari itu, Andi Harun pun mengaku tak bisa berbuat banyak dengan keputusan itu. Dia pun harus mengurungkan niatnya maju di Pilkada. “Makanya di kesempatan ini saya ingin menjawab semua pertanyaan masyarakat yang menanyakan kenapa saya tidak jadi maju di Pilkada. Itulah penyebabnya. Saya telah dizalimi. Namun meski begitu, sebagai ketua partai, saya ada tugas baru. Yakni memenangkan pak Adi. Dan tentu ini akan saya lakukan secara total,” pungkasnya.#nd

Comments are closed.