BeritaKaltim.Co

Tiap Bulan Ada Pencurian Listrik di Nunukan

curi listrikNUNUKAN, BERITAKALTIM.COM- PLN Ranting Nunukan mengaku setiap bulan ada saja masyarakat yang melakukan pencurian listrik. Hal ini diungkapkan Manejer Rayon PT PLN (Persero) Nunukan Uris Madan. Tahun 2014 PLN merugi hingga 700 juta rupiah karena ulah 100-an warga yang melakukan pencurian listrik.

Dia mengngkapkan, pada 2014, lebih 100 orang diketahui sebagai pelaku pencurian listrik. “Tiap bulan itu ada. Kita lakukan penertiban. Kita tidak bisa memperhitungkan berapa kerugian. Yang mencuri ini masuk non tekhnis. Non tekhnis pasti ada rugi, apalagi pembangkit kami jauh sekali dari pusat beban.

Tapi kita ada perhitungan untuk menganalisa itu. Sampai hari ini ada puluhan. Tahun kemarin kita kedapatan ada 700-an juta. Itu ada seratusan pelanggan,” ujar Uris Madan, Senin (31/08/2015.

Uris Madan menambahkan, pencurian listrik tersebut mempengaruhi kinerja PLN Nunukan. Dia mengaakan, akibat pencurian listrik oleh warga bisa berpengaruh terhadap kinerja travo serta system penggunaan daya listrik PLN.

“Kalau masyarakat menggunakan listrik ilegal dampaknya kita semua. Tadinya beban gardu sudah kita hitung sekian rupa nanti banyak pencurian ilegal sehingga yang tadinya beban travo cuma 100 KVA, karena dicuri tadi akhirnya meledak. Ada penambahan beban di luar pelayanan yang kami rencanakan. Ini kami prediksi bulan ini kita bisa membuka pendaftaran pasang baru berapa KVA, ternyata diluar itu banyak yang nyolong-nyolong sehingga mempengaruhi layanan kita,” imbuh Uris.
Meski dalam aturan pencuri liatrik bisa diproses hukum, namun sejauh ini PLN Nunukan mengaku masih melakukan pendekatan terhadap warga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 33 tahun 2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara, pencurian listrik merupakan tindak pidana. Sanksinya hingga ke penjara. Kalau untuk menindak kita bawa Polisi. Tetapi memang belum ada kami proses sejauh itu,” ujar Uris Madan.
#dim

Comments are closed.