BeritaKaltim.Co

Dinas Pasar Tidak Terlibat Kerjasama Pengelolaan Pasar dengan Swasta

SAMARINDA pasar segiriSAMARINDA, BERITAKALTIM.Com- Dua mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda, H Rubby Hartono dan Makmun A Nuhung mengaku tidak terlibat dan dilibatkan dalam menyusun isi perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan pasar yang dikerjasamakan dengan swasta, baik itu Pasar Sungai Dama, Pasar Segiri, Pasar Kedondong, maupun Pasar Pagi Lantai III.

“ PKS tidak dibuat Dinas Pasar, tapi kemungkinan Bagian Hukum bekerjasama dengan Bagian Kerjasama Pemkot Samarinda,” kata Mantan Kadis Pasar Samarinda, Makmun AN yang menjabat selama 10 bulan di tahun 2011 dan H Rubby Hartono, mantan Kepala Dinas Pasar Kota Samarinda yang lengser Oktober 2010.

Menurut Makmun, saat program pengelolaan pasar pemerintah dikerjasamakan dengan swasta, tugasnya hanya mengatur pedagang di Pasar Sungai Dama. “Tugas kami begaimana dilapangan program pembangunan pasar berjalan dan pedagang tidak menghambat. Itu sudah saya kerjakan,” ucapnya.

Rubby mengaku dalam urusan itu hanya terlibat sampai terbitnya IMB Pasar Segiri dan Makmun mengaku hanya turut membantu menata pedagang di Pasar Sungai Dama.

“Selama lebih kurang 10 bulan menjadi Kadis Pasar, saya tidak pernah mengikuti atau ikut merancang PKS yang akan dijadikan pedoman bagi kedua pihak dalam pengelolaan pasar setelah selesai dibangun,” tegasnya.

Dari itu, lanjut Makmun, dirinya tak pernah tahu isi dari PKS itu sendiri dan dari itu pula tak bisa menilai apakah isi PKS itu merugikan pemerintah atau tidak. “Saya tidak bisa memberikan tanggapan, karena memang tidak pernah melihat, apalagi membaca PKS itu,” ujar Makmun.

Ia menganjurkan kalau ingin mengkonfirmasi isi dari PKS itu sendiri lebih baik ke Bagian Hukum atau Bagian Kerjasama. “Saya rasa arsip PKS itu juga ngak ada di Dinas Pasar,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan Kalpost sebelumnya BPK Perwakilan Kaltim dalam auditnya menemukan PKS Pemkot Samarinda dengan investor dalam mengelola Pasar Segiri, Pasar Kedondong, Pasar Pagi Lantai III, dan Pasar Sungai Dama, Pemkot Samarinda dirugikan, pertama dari keterlambatan penyelesaian pembangunan pasar sebesar Rp5 miliar lebih, dan kedua dari penerimaan penjualan kios-kios di pasar yang dikerjasamakan.

Pemkot Samarinda sendiri sudah bertekad melakukan evaluasi menyeluruh atas PKS tersebut dan menyandingkan dengan realisasinya selama ini, menyesuaikan fakta di lapangan dengan kewajiban investor ke Pemkot Samarinda.

“Kita akan clear-kan supaya tidak tahun menjadi temuan BPK, dan kita akan merujuk kepada apa-apa yang disarankan BPK dalam membersihkan masalah kerja sama itu. SKPD yang terkait sudah rapat sekali sebagai persiapan membentuk tim,” kata Wakil Wali Kota Samarinda, H Nusyirwan Ismail.
Pasar Segiri dibangun Pemkot Samarinda bekerjasama dengan PT Yudha Putera Mahakam, Pasar Sungai Dama dibangun bekerjasama dengan CV Surya Rizi Reza Jaya Abadi, Pasar Kedondong dengan PT Bahana Surya Sentosa, dan Pasar Pagi Lantai II dikerjasamakan dengan PT Buluh Perindu. #into

Comments are closed.