BeritaKaltim.Co

Keliru Membangun Rusunawa di Loa Janan Ilir

Rusunawa di Sungai Kunjang, kumuh dan seperti tidak terurus
Rusunawa di Sungai Kunjang, kumuh dan seperti tidak terurus

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Keputusan Dinas Pasar Samarinda membangun rumah susun sewa (rusunawa) di Loa Janan Ilir dengan anggaran dari APBN Tahun 2015 Rp17 miliar, jelas keliru, sebab masyarakat yang membutuhkan rumah sewa sebagian besar di dalam Kota Samarinda dan aktifitas konsumen rumah sewa juga di dalam kota.

Selain itu, akses jalan dari Loa Janan Ilir ke dalam kota juga tak lancar sebab macet sejak dari jembatan Mahakam hingga ke dalam kota, begitu pula sebaliknya.

“Dari hitung-hitungan bisnis, ngak feasible membangun rusunawa di Loa Janan Ilir,” kata H Rusli, salah seorang warga Samarinda yang memiliki puluhan rumah sewa di Samarinda Kota.

Menurutnya, pembangunan rusunawa di Loa Janan Ilir itu, meski tidak feasible, tapi kalau pemerintah yang membangun ya boleh saja sebab tidak ada keharusan memperhitungkan modal harus kembali.

“Kita paham saja, namanya pemerintah kan targetnya dana terserap, urusan lain-lain belakangan,” kata Rusli.

Diterangkan pula, sejak ekonomi lesu, tahun lalu, rumah sewa dalam kota saja banyak kosong sebab, masyarakat lagi berhemat. Konsumen rumah sewa kini malahan sangat irit. Rumah sewa yang dulunya disewa satu orang, kini dua orang patungan menyewa dan tinggal bersama.

Ia juga menambahkan, karyawan perusahaan besar sekarang ini juga tidak tinggal di rumah sewa atau rumah kos-kosan karena perusahaan lebih memilih karyawannya tinggal di mess atau guest house perusahaan.

“Teknisi yang datang dari Jakarta atau Surabaya melayani konsumennya di Samarinda dalam tenggang waktu seminggu atau lebih, juga tak tinggal di rusunawa, tapi di mess perusahaan. Begitu juga sales dari perusahaan yang lagi tugas ke Samarinda, juga tinggal di kos-kosan,” ungkap Rusli.

Melihat kondisi saat ini, saat ekonomi lesu dan akses jalan yang macet ke Loa Janan Ilir, rusunawa itu nantinya bila selesai dibangun akan sepi peminat. “Orang Samarinda Seberang yang bekerja di Samarinda Kota saja pindah tempat tinggal ke Samarinda Kota karena tidak tahan menempuh perjalanan yang macet,” tambah Rusli.

Konsumen rumah sewa lebih memilih tinggal di rumah sewa yang dekat ke tempat kerjanya. “Di Loa Janan Ilir sapa yang bekerja dan memerlukan rumah sewa,” tambahnya, seraya memprediksi rusunawa yang dibangun Dinas Pasar Samarinda akan terlantar nanti, atau banyak yang kosong sehingga tidak menutup biaya pengelolaan bangunan dan lingkungan rusunawa itu sendiri.

“Kita sudah lihat rusunawa di Sungai Kunjang, itu dekat dengan kawasan pergudangan, pusat bisnis, tapi sepi peminat dan jadi kumuh, apalagi nanti rusunawa di Loa Janan Ilir,” kata Rusli. Masyarakat biasa, belum terbiasa tinggal di rusunawa, apa lagi tinggal dibangunan bertingkat lebih dari dua lantai.

Konsumen rumah sewa yang mau tinggal di lantai dua, hanya kelompok tertentu, misalnya mahasiswa, sales, teknisi, dan pria yang masih bujangan. “Kalau kelompok masyarakat yang sudah berkeluarga belum terbiasa tinggal di rumah sewa di lantai dua,” ujarnya.

Dinas Pasar Kota Samarinda, sebagaimana diberitakan, kini tengah membangun rusunawa empat lantai di Jalan Cipto Mangunkusumo, Loa Janan Ilir. Di rusunawa itu nantinya ada 50 kamar sewa type 36 m2. #into

Comments are closed.