BeritaKaltim.Co

Nah loh, Panwaslu Kukar Loloskan 2 Paslon

 Idham Khalid bersama tim kuasa hukum
Idham Khalid bersama tim kuasa hukum

TENGGARONG, BERITAKALTIM.COM – Pilkada Kabupaten Kukar 2015 bakal diikuti 4 pasangan calon (paslon), menyusul gugatan pasangan Independen Awang Wahyu – Andi Katanto dan pasangan dari jalur parpol Golkar Idham Khalid – Abdul Kadir, dikabulkan Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Panwaslu Kukar, Kamis (10/9/2015) sore di sekertariat Panwaslu Kukar.

Dari pantauan media ini, awalnya Panwas membacakan ketetapan pasangan Awang Wahyu-Andi Katanto, ketetapan dibacakan oleh Kepala Sekretariat Panwaskab Kukar Dedi Wahyudiansyah. bahwasannya KPU Kukar sepakat dengan bukti baru atau novum yang diajukan kuasa hukum paslon ini pada pertemuan sebelumnya dan kemudian menjadikannya salah satu syarat sebagai pencalonan Pilkada Kukar 2015 ini.

“Pada prinsifnya termohon (KPU Kukar, Red.) menerima alat bukti yang disampaikan pemohon berkenaan dengan ijazah atas nama Andi Katanto. Termohon bersepakat barang bukti baru (novum) sebagai salah satu syarat calon yang dapat dinyatakan dapat memenuhi syarat pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015,” katanya.

Menyambut hasil tersebut, kubu Awang Wahyu-Andi Katanto langsung bersorak dan memekikan takbir ditengah-tengah pembacaan ketetapan. Bahkan ketika keluar ruang sidang, para pendukung Awang Wahyu-Andi Katanto mengeluarkan kertas yang bertuliskan nomor urut 3.

Terpisah, melalui Ketua Bidang Hukum dan Penindakan, Ika Tantiana, Panwaskab mengabulkan permohonan Idham-Kadir untuk mengikuti PIlkada Kukar 2015 mendatang, dengan alasan KPU Kukar dianggap tidak cermat dan teliti dalam melakukan klarifikasi dan atau penelitian faktual syarat pencalonan, saat menetapkan pasangan Idham-Kadir Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Oleh karenanya, Panwaskab meminta pihak KPU KUkar untuk mengeluarkan keputusan yang menetapkan Idham-Kadir sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati pada Pilkada Kukar 2015 ini.

Dalam kesempatannya, Idham mengaku lega atas keputusan tersebut dan keadilan masih berp[ihak terhadap dirinya dan Abdul Kadir. Dengan keputusan tersebut, lanjutnya, secara tidak langsung menegaskan kalau Ia dan Kadir bukanlah calon boneka. “Alhamdulillah ternyata masih ada keadilan di Kukar ini. Inshaa Allah kami akan terus berjuang dan kami akan berjuang kalau kami waktu mendaftar dianggap boneka ternyata kami bukan boneka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Idham-Kadir, Agus Amri mengaku sejak awal pihaknya sudah yakin Panwaskab akan mengabulkan gugatan mereka karena KPU bersandar pada sebuah surat klarifikasi yang dibuat oleh Wakil Bendahara Umum DPP partai Goplkar kubu Agung Laksono. Padahal seharusnya yang membatalkan tersebut adalah pejabat yang sama.

“Sejak awal memang ada hal yang aneh pasangan ini tidak diloloskan hanya dengan surat klarifikasi oleh seorang pengurus DPP Partai Golkar. Secara aturan jelas ada pada saksi dan ahli, sedangkan yang bersangkutan (Wakil Bendahara Umum, Red.) tidak berwenang mengatasnamakan DPP partai Golkar untuk melakukan klarifikasi sebuah keputusan yang dibuat atas nama Ketua DPP Partai Golkar dan Sekjen DPP Partai Golkar. Minimal sekali keputusan itu harus dibatalkan oleh pejabat yang sama, tidak boleh pejabat yang dibawahnya,” pungkasnya. #Wn

Comments are closed.