BeritaKaltim.Co

Komisi III Minta Jembatan Kembar Diprioritaskan

KOORDINASI: Rapat kerja Komisi III dengan Dinas PU Kaltim menyepakati Jembatan Kembar diprioritaskan masuk dalam APBD 2016.
KOORDINASI: Rapat kerja Komisi III dengan Dinas PU Kaltim menyepakati Jembatan Kembar diprioritaskan masuk dalam APBD 2016.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Terkendalanya pembangunan Jembatan Kembar yang menghubungkan pusat perkotaan Samarinda dengan Samarinda Seberang, membuat Komisi III DPRD Kaltim menyepakati agar kelanjutan pembangunannya diprioritaskan di tahun anggaran 2016. Kelajuntan pembangunan salah satunya terhambat karena perubahan desain jembatan dan berdampak membengkaknya pembiayaan.

Hal itu dibahas Ketua Komisi III DPRD Kaltim Dahri Yasin, sebelum akhirnya disepakati bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, Senin (7/9/2015) di Gedung DPRD Kaltim.

”Kami meminta yang telah dibahas dan disepakati hasilnya nanti disampaikan kepada DPRD Kaltim sebelum penyampaian KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Selambat-lambatnya sebelum 16 September 2015,” kata Dahri.

Selain pembangunan Jembatan Kembar yang termasuk program multiyears contract, Komisi III bersama jajaran Dinas PU Kaltim yang dipimpin langsung Kepala Dinas M Taufik Fauzi, juga membahas program lainnya. Yaitu beberapa pembangunan jembatan, di antaranya Jembatan Rico di Penajam Paser Utara dan Jembatan Tering di Mahakam Ulu. Selain itu, selaras dengan program pemerintah pusat dalam rangka membuka keterisolasian wilayah, maka diusulkan pula pembangunan jalan dan jembatan dengan pagu indikatif senilai Rp 226,7 miliar.

Beberapa pembangunan lain yang juga diusulkan di antaranya Jalan Sakaq Lotoq – Sp Abit – Kahala Kota Bangun di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain itu, pembangunan jalan Batu Cermin hingga L2 Tenggarong di Kutai Kartanegara. Sementara untuk pembangunan jalan di Kabupaten termuda di Kaltim yaitu Mahakam Ulu, dibahas juga pembangunan jalan dari Long Bagun – Long Pahangai – Long Apari. Dilengkapi pembangunan jembatan yang menghubungkan ketiganya.

Untuk wilayah Samarinda, yaitu soal pengendalian banjir maka diusulkan pembangunan reservoar pengendali banjir dengan nilai Rp 15,6 miliar. Namun Andi Harun, Anggota Komisi III yang hadir dalam pertemuan itu menyebutkan, untuk pengedalian banjir, nilai tersebut sangat kecil. Andi Harun juga mengingatkan agar tidak lupa melakukan sinkronisasi dengan Bappeda untuk memastikan usulan terakomodasi.

“Sinkronisasi dengan Bappeda sebagai anggota TAPD harus dilakukan untuk memastikan apa yang telah dibahas dan disepakati terakomodasi. Malah untuk jembatan kembar lebih bagus lagi anggaran di tingkatkan agar akhir tahun 2015 atau awal tahun 2016 bentang jembatan sudah terlihat,” harap Andi Harun.

Pertemuan dihadiri juga oleh Wakil Ketua Komisi III Agus Suwandy, Sekretaris Komisi Eddy Sunardi dan Anggota Komisi III lainnya yakni M Samsun, Saefuddin Zuhri, Veri Diana Wang dan Sapto Setyo Pramono. Hadir pula Irwan Faisyal, Syaprudin, Baharuddin Demmu dan Ichruni Lufthi Sarasakti. #adv/lia/oke

Comments are closed.