BeritaKaltim.Co

Marak Penipuan, Evaluasi Pengusaha Properti

Ahmad Rosyidi
Ahmad Rosyidi

SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Bisnis properti terus mengalami kenaikan. Kebutuhan tempat tinggal yang nyaman berikut meningkatnya jumlah penduduk menjadi pemicun. Akan tetapi, masyarakat wajib waspada karena banyak surat tanah kini kondisinya tumpang tindih.

Anggota DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi mengatakan tidak hanya soal surat kepemilikan bangunan dan tanah yang ganda, sejumlah persoalan pun muncul. Diantaranya ada pengembang menjual rumah, namun setelah uang muka dilunasi properti yang diharapkan tidak juga dibangun.

“Investasi di bidang properti memang dinilai cukup menjanjikan, jadi sangat wajar ketika masyarakat banyak memutar dananya ke bidang itu. Akan tetapi hal itu dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan penipuan. Alih-alih mendapatkan rumah dan tanah, malah rugi yang didapat,” kata Rosyidi.

Rosyidi meminta masyarakat tetap waspada dan cerdas. Wajib menanyakan legalitas tanah atau rumahnya.

Ditambahkannya, kasus tumpang tindih surat kepemilikan tanah banyak ditemukan dalam jual beli tanah kapling.

“Misalnya, pemerintah akan membangun bandara atau rencana akan dibangun jembatan, maka di daerah sekitarnya akan banyak dijual tanah kapling. Bagi masyarakat yang ingin membeli maka wajib memastikan legalitas tanah tersebut,” ucap Rosyidi.

Sedangkan untuk properti para pengembang menggunakan berbagai tawaran guna menarik pembeli. Masyarakat yang ingin membeli harus melihat apakah tanah yang hendak dibangun tersebut benar-benar milik pengembang dan seterusnya. Ini guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang terjadi ke depan.

Politikus asal PPP itu meminta pemerintah agar lebih ketat dalam mengeluarkan izin kepada pengembang properti khususnya perumahan. ”Tugas pemerintah untuk memastikan apakah pengembang tersebut memang profesional atau melihat rekam jejak sebelum mengeluarkan izin,” harap Rosyidi. #adv/bar/dhi/oke

Comments are closed.