BeritaKaltim.Co

DKP Kembali Lakukan Yustisi Sampah

EEH KETAHUAN. Warga Samarinda yang terjaring ketika membuang sampah tidak tepat pada waktunya.
EEH KETAHUAN. Warga Samarinda yang terjaring ketika membuang sampah tidak tepat pada waktunya.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Dibantu TNI, Kepolisian, Dishub dan Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda kembali melakukan operasi gabungan Yustisi Sampah sejak Senin dan baru berakhir Kamis (17/9/2015) kemarin.

Selama empat hari 90 warga terjaring karena buang sampah tidak tepat pada waktunya. Kali ini kawasan yang menjadi target Yustisi adalah Kecamatan Samarinda Ilir dan Sambutan dengan rincian TPS Sei Dama sebanyak 19 orang, TPS Jelawat 13 orang, TPS Sultan Alimudin 11 orang, TPS PKL Sambutan 16 dan TPS Gunung Manggah 31 orang.
Sedangkan bagi para pelanggar dikenakan denda Rp 75 Ribu yang disidangkan melalui Pengadilan Negeri Samarinda. “Bila masyarakat paham arti membuang sampah pada jam yang sudah ditentukan maka akan sinkron dengan jadwal pembuangan armada DKP pada pembuangan akhir. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah pada siang hari yang bisa menimbulkan polusi bau tak sedap. Karena jika disiang hari akan menimbulkan bau sangat kencang dan sumber penyakit,” jelas Kepala DKP Kota Samarinda Dadang Airlangga.
Operasi rutin ini sendiri menurut Dadang dilakukan DKP lebih kearah pada pembinaan kepada masyarakat seperti yang tertuang dalam perda No 2 Tahun 2011 yang mengatur untuk membuang sampah pada bok kontainer atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) mulai pukul 18.00 malam – 06.00 pagi.
Dari berapa penuturan warga yang terjaring, jumlah TPS yang dianggap kurang, menjadi alasan hingga sampah tidak sempat terbuang pada malam hari.
Menanggapi hal tersebut Kabid Penyuluhan dan Pengawasan DKP Samarinda Syahril mengutarakan kalau pihaknya siap menambah kontainer dengan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Penempatan kontainer tidak gampangkarena menyangkut permasalahan sosial bahkan banyak mengalami penolakan warga karena ada dampak polusi dan sumber penyakit. #HMS14

Comments are closed.