BeritaKaltim.Co

8 Putra Putri Terbaik Samarinda Dicetak Jadi Master Perkeretapiaan di Rusia

8 putra putri terbaik Samarinda yang merupakan lulusan SMA Melati dan SMAN 1 untuk menempuh pendidikan menjadi master spesialis perkeretapian selama 6 tahun di Rusia.
8 putra putri terbaik Samarinda yang merupakan lulusan SMA Melati dan SMAN 1 untuk menempuh pendidikan menjadi master spesialis perkeretapian selama 6 tahun di Rusia.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Rasa bangga dan haru tidak bisa disembunyikan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang ketika melepas 8 putra putri terbaik Samarinda yang merupakan lulusan SMA Melati dan SMAN 1 untuk menempuh pendidikan menjadi master spesialis perkeretapian selama 6 tahun di Rusia.

“Kalian saya anggap seperti anak sendiri. Pesan bapak, fokus belajar di negeri orang, shalatnya jangan lupa. Apalagi ini jauh, tolong jaga pergaulan. Kalau batuk-batuk sedikit, jangan kasih tahu ibunya, nanti kasihan ibunya memikirkan. Kita ini sebagai orang tua, wali kota samalah harapan seperti orang tua kalian, karena kalian juga anak-anak bapak,” ucap Jaang ketika memberikan motivasi dan arahan di ruang kerja di rumah jabatannya, kemarin.
Disampaikan Jaang, bahwa sekolah tidak gampang, belajr pun tidak gampang, namun jauh tidak gampang lagi orang tua menyekolahkan dan doa orang tua yang mengantarkan kalian sukses. “Tidak semua orang bisa seperti kalian. Hebat bisa lulus seleksi dan mendapatkan beasiswa untuk ke belajar ke Rusia. Pesan bapak lagi, ikuti aturan di asrama. Intinya di sana sekolah, bukan bermain,” tutur Jaang lagi.
Atas prestasi ini, Jaang secara pribadi juga merogoh kocek pribadinya untuk memberikan pakaian motif Sarung Samarinda untuk dipakai saat di Rusia, termasuk juga bantuan Ro 15 juta untuk pakaian adat. “Sudah bapak bikinkan baju Sarung Samarinda. Ini bukan wali kota yang memberi, tapi Syaharie Jaang karena uang pribadi, bukan pemerintah. Ini semua apresiasi atas prestasi kalian, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk pembangunan di daerah,” imbuhnya.
Selain itu, Jaang juga menitip plakat Pemkot Samarinda untuk diberikan kepada kedutaan besar di sana, untuk sekolah dan lainnya. “Kalian pakai baju sarung Samarinda, artinya kebanggaan terhadap daerah sekaligus mempromosikannya. Bapak juga pernah ke Rusia waktu menjadi Manajer Gulat pada PON Kaltim tahun 2008,” ujar Jaang sekaligus berbagi pengalaman menghadapi musim dan cuaca ekstrem di Rusia.
Jaang juga berharap kedepannya banyak lagi yang mendapat beasiswa ke luar negeri. Jaang juga surprise ketika menanya orang tua mereka ada yang bekerja di Pemkot. Ternyata ada 2, pertama guru, dan kedua, anak pensiunan di bagian Humas dan Protokol Setkot Samarinda. “Siapa namanya dek?” tanya Jaang. Spontan dijawabnya,”Bapak saya Pak Bukhari, dulu di Humas. Nama saya Rizali.”
Mendengar, Kabag Humas dan Protokol Masrullah yang juga dedengkot di bagian Humas, langsung spontan mengatakan bahwa Rizali dulu pernah juara Pildacil (Pemilihan Dai Cilik). “Wah, aman pak, rombongan ini ada ustadnya,” ucap Masrullah yang kemudian dibenarkan Kepala Diparekrafkominfo M Faisal. Waktu itu, Masrullah masih menjabat Kasubag Dokumentasi, dan Faisal sebagai Plt Kabag Humas di era wali kota Achmad Amins.
Sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda Dr Asli Nuryadin mengatakan sebelumnya selama 3 bulan mereka dikarantina di Samarinda guna mendalami bahasa Rusia.
“Mereka juga mendapat pembekalan seni dan budaya agar bisa memperkenalkan seni kepada mahasiswa Rusia. 6 tahun di Rusia sendiri, 1 tahun pendalaman bahasa Rusia sekaligus pengenalan kebiasaan di Rusia dilakukan langsung dosen mereka di Rusia. Masa efektif perkuliahan perkeretapian sela 5 tahun,” terang Asli dibenarkan Ibrahim, pendamping mahasiswa yang akan berangkat 29 September ini.
Dikatakannya, saat lulus enam tahun ke depan, para mahasiswa tersebut diharapkan menjadi tenaga spesialis perkeretapian, karena kemampuan mereka sudah setara dengan status magister atau S2.
“Mereka ini mendapat beasiswa melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang dan beasiswa dari PT Kereta Api Borneo. Memang jauh di Rusia, tapi dunia ini sempit. Nanti mereka bisa membuat grup di Face Book, setiap bisa berbagi cerita dan pengalaman selama di sana, juga kalau perlu menyapa Pak Wali lewat Face Book,” pungkasnya. #hms2

Comments are closed.