BeritaKaltim.Co

Cerita di Balik Keberhasilan Pemkot Menata Niaga Selatan

BEDA KONDISI. Jalan Niaga Selatan yang dulunya dikuasai PKL dan kerap macet, kini sudah ditata rapi menjadi taman indah dan jauh dari kesan kemacetan.
BEDA KONDISI. Jalan Niaga Selatan yang dulunya dikuasai PKL dan kerap macet, kini sudah ditata rapi menjadi taman indah dan jauh dari kesan kemacetan.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – KEBERHASILAN Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Syaharie Jaang bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Nusyirwan Ismail untuk menata akses Jalan Niaga Selatan di Komplek Citra Niaga memang patut dicatat dalam sejarah. Terutama dengan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dulunya berjualan di median jalan dua lajur itu ke Komplek GOR Segiri.

Sebelumnya, selama belasan tahun akses Jalan Niaga Selatan terkenal sebagai jalur rawan macet. Terutama saat jam sibuk. Disinyalir kuat, aktivitas jual beli di median jalan itu yang menjadi penyebab utamanya. Karena itu, begitu diberi amanat warga untuk memimpin Samarinda 2010 lalu, program relokasi PKL di badan jalan itu yang menjadi prioritas bagi Syaharie Jaang. Berkat komunikasi persuasif dengan para pedagang setempat, akhirnya proses relokasi berjalan secara baik dan lancar. Bahkan kala itu PKL sangat kooperatif. Kini mereka sudah berjualan dengan nyaman di Komplek GOR Segiri.
Namun yang paling menyolok dan menarik, karena lokasi Jalan Niaga Selatan kini terlihat jauh lebih menarik. Tidak hanya bebas macet. Tetapi juga yang paling utama, karena di sana sudah ditata menarik menjadi taman kota. Bahkan median jalan sepanjang kurang lebih 200 meter itu kini sudah penuh dengan tanaman hias yang berkembang mekar. Di samping itu, ada banyak pula pot bunga yang menggunakan ukiran khas daerah. Berikut berbagai ornamen lainnya yang menggambarkan ciri khas
Samarinda sehingga kian mendukung keberadaaan Citra Niaga sebagai pasar berbasis masyarakat menengah ke bawah yang pernah mendapatkan pengakuan dunia Internasional dengan meraih penghargaan Aga Khan itu. Di sisi lain, pengguna jalan juga kian nyaman karena tidak lagi dihantui kemacetan arus lalu lintas.
Wali Kota Syaharie Jaang yang dikonfirmasi terkait itu juga mengakuinya. Ia menyebut, keberhasilan pembangunan itu sebagai buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Penataan itu murni dilakukan dengan maksud memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat kota ini.
“Makanya kita terus berupaya maksimal untuk mengubah wajah kota ini. Biar semua orang baik warga Samarinda maupun tamu dari luar yang berkunjung, merasa nyaman saat berada di Samarinda,” ungkap Wali Kota didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkot Samarinda Masrullah.
Lebih lanjut, dengan rendah hati Wali Kota meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bisa menjaga taman yang sudah tertata rapi itu. Terutama untuk menjaga tanaman yang selama ini sudah dirawat secara baik.
“Ya, kalau tidak bisa ikut merawat, minimal supaya jangan merusaknya. Karena taman yang ada juga bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk kita semua,” ungkapnya.
Apalagi lanjut Jaang, taman itu juga dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. Untuk itu, wajib bagi semua warga untuk menjaganya. Karena ia menyebut anggaran yang digunakan untuk pembangunan taman itu juga sebenarnya berasal dari masyarakat sendiri.
“Ya, anggarannya sebenarnya dari masyarakat juga. Dari setiap pajak dan retribusi yang dibayar. Jadi sudah sepatutnya bagi kita semua untuk menjaganya, demi kenyamanan kita bersama,” pungkas Wali Kota. #hms6

 

Comments are closed.