BeritaKaltim.Co

Cari Tahu Keluarga di Mina, Hubungi +966543603154

minaMINA- Kepanikan dilami ribuan keluarga di Indonesia yang sanak keluarganya sedang menjalani ibadah haji di Mekkah, menyusul tragedi di terowongan Mina yang menewaskan sedikitnya 310 orang bertepatan Hari Raya Idul Adha, Kamis (24/9/2015).

Mengantisipasi kepanikan tersebut, Kementerian Agama langsung menyediakan layanan hotline bagi masyarakat di Indonesia yang ingin mencari tahu nasib sanak familinya di Mina. Hotline ini dibuka terkait banyaknya korban akibat jamaah yang ingin melakukan ritual lempar jumroh di Mina.

“Hotline sudah ada, bisa dicatat, kalau dari Indonesia adalah +966543603154,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat di kantornya, Makkah, Arab Saudi, Kamis (24/9/2015).
Hingga saat ini, sudah ada sekitar 310 orang meninggal akibat terinjak-injak saat hendak melakukan lempar jumroh di Mina, Arab Saudi, tepatnya di jalan 204. Ada satu WNI yang teridentifikasi berada di jalur tersebut.

Insiden itu terjadi ketika ratusan ribu jemaah haji berebutan untuk melakukan ritual lempar jumroh di Mina. Ritual yang dikenal untuk melempar lambang kejahatan.
Hari ini merupakan puncak dari ibadah haji. Jutaan jemaah haji tumpah ruah di padang arafah untuk melakukan serangkaian ritual dalam puncak ibadah haji.

“Sampai saat ini telah dicek ke rumah sakit Mina dan belum ditemukan WNI jadi korban,” ujar Arrmanatha Nasir saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2015).

Tata juga menambahkan sebagian korban yang berjatuhan di Mina yaitu WNA asal Mesir dan Afrika. KJRI Jeddah sudah mengantongi informasi awal mengenai insiden ini.

“Awal kejadian yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat, karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan,” kata Armanatha.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan jalan tersebut bernama “Jalan 204” yang terletak di Mina. Mereka menuju tempat lempar jumrah di Jalan King Khalid. Saat ini sebanyak 4000 tim penyelamat berjibaku menyelamatkan korban jiwa, dan 220 ambulan dioperasikan untuk proses evakuasi.

Insiden serupa juga pernah terjadi di Mina. Kejadian terparah, terjadi pada 1990. Lebih dari 1.400 jemaah wafat akibat berdesakan di terowongan. Korban mengalami kurang oksigen karena berdesakan.

Sementara, pada 2006, ada 345 jemaah haji wafat dan 1.000 lainnya luka-luka dalam insiden di Mina. #de

Comments are closed.