BeritaKaltim.Co

Raperda Inisiatif DPRD Kaltim Solusi Atasi Kerusakan Hutan

PU Fraksi PDIP
PU Fraksi PDIP

SAMARINDA.BERITAKALTIM.COM – Juru Bicara Fraksi PDIP DPRD Kaltim Andhika Hasan mengatakan Raperda ini muncul di waktu yang tepat, dimana Indonesia sedang memperhatikan hutan dan lahan kritis, sehingga merupakan langkah positif karena awal mewujudkan Kaltim hijau sehingga penebangan hutan tidak terjadi secara liar dan juga tidak terjadi pengalihan pungsi lahan dari hutan ke pertanian dan dari pertanian ke pemukiman tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

Kaltim kata Andhika termasuk daerah yang paling parah tingkat kerusakan hutannya sesuai dengan penjelasan Gubernur Kaltim bahwa kerusakan hutan di kaltim saat ini diprediksikan mencapai 7,7 hektar pertahunnya.

Beberapa kelemahan yang dapat dicatat dalam pelaksanaan otonomi daerah, diantaranya minimnya pemahaman terhadap atas sumber daya alam, serta prinsip pengelolaannya yang berkelanjutan. Manfaatnya belum terasa dan masih kurang memperhatikan pelestarian lingkungan, sehingga melahirkan dampak meningkatnya luas hutan dan lahan kritis setiap tahunnya.

“Sesuai pemahaman Fraksi PDI Perjuangan Rehabilitasi Hutan bukan fenomena baru, namun konversi fungsi hutan masih terus berlangsung sampai saat ini. Merehabilitasi alam yang terdegradasi menjadi semakin penting segera dilakukan oleh pemerintah maupun swasta terhadap perbaikan kerusakan hutan dan lahan – lahan kritis terlebih akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan,” jelas Andhika ketika membacakan PU Fraksi PDIP pada Rapat Paripurna ke-27 DPRD Kaltim tentang Jawaban Fraksi-fraksi atas Tanggapan Kepala Daerah terhadap Raperda Inisiatif DPRD Kaltim tentang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis, dan Penyelenggaraan Keolahragaan, Senin (21/9).

Terkait dengan Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan di Kaltim, secara filosofi olahraga merupakan miniatur kehidupan. Dapat dikatakan demikian karena didalam aktifitas olahraga terdapat aspek – aspek yang berkaitan dengan tujuan perjuangan kerjasama, persaingan, komunikasi dan integrasi, kekuatan fisik dan daya tahan mental.

“Kebersamaan sikap responsif, pengambilan keputusan, kejujuran dan sportifitas semua aspek ini merupakan aspek – aspek yang berada dalam diri manusia baik secara individu maupun secara bermasyarakat ikut aktif dalam berolahraga berari melatih diri untuk meningkatkan kualitas berbaigai aspek yang diperlukan untik dapat eksis ditengah masyarakat yang semakin dinamis,” jelas Andhika.

Berdasarkan nilai itu, sudah selayaknya olahraga ditempatkan pada posisi prioritas, karena nilai – nilai tersebut sangat di perlukan suatu bangsa yang ingin maju. Pembangunan dan pengembangan olah raga memiliki nilai strategis bagi pembangunan karakter bangsa ditengah problematika bangsa yang begitu komplek seperti saat ini. Nilai – nilai yang terkandung dalam olahraga dapat dijadikan sebagai pembangunan dapat dijadikan pembangunan karakter bangsa dan pembangunan lainnya.

“Selain menjadi instrumen yuridis bagi penyelenggaraan keolagragaa di kaltim, raperda ini diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM, pembangunan pada umumnya dan peningatan prestasi olahraga kaltim pada khususnya,” beber Andhika. adv/bar/dhi

Comments are closed.