BeritaKaltim.Co

FAAS Sebagai Penguat Paguyuban

Forum Aapirasi Antar Suku
Forum Aapirasi Antar Suku

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Kehadiran Forum Aspirasi Antar Suku (FAAS) dinilai tidak terjadi tumpang tindih dengan paguyuban maupun organisasi masyarakat yang sudah ada terlebih dahulu, malahan akan menjadi perekat dan penguat dari paguyuban dan ormas yang sudah ada.

“Semuanya dengan ketulusan dan kemandirian, maka terbentuklah forum ini. Tapi kami berkeyakinan keberadaanya tidak overlap (Tumpang tindih, red) dengan banyaknya organisasi dan paguyuban. Karena banyak sekali lintas tokoh, baik tokoh masyarakat, suku hingga tokoh agama. Apakah mereka yang dari paguyuban, ormas, Forum Kewaspadaan Dini maupun Forum Pembauran,” ucap Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail dalam sambutannya pada pengukuhan pengurus FAAS di Jl Proklamasi, Minggu (27/9/2015) kemarin.
Dikatakannya, pemerintah kota Samarinda tidak pernah bosan dalam mengingatkan pentingnya stabilitas di kota Samarinda.
“Dalam hal stabilitas forum ini akan memperkuat stabilitas yang terus bertahan selama ini. Karena kalau sudah retak susah untuk direkatkan kembali,” ucap Nusyirwan.
Oleh karena itu, kepada pengurus FAAS Nusyirwan berpesan agar membangun komunikasi tiap bulan untuk mengikuti masalah aktual di masyarakat, menyampaikan aspirasi untuk bersama membangun Samarinda.
“Forum ini menjadi organisasi yang berarti bagi masyarakat dan berkelanjutan. Harapan kami, forum ini bekerjasama dengan pemerintah maupun dunia usaha untuk membawa Samarinda damai dan menjaganya sampai kapanpun,” ucap Nusyirwan.
Menerjemahkan makna dari lambang FAAS sebagai tujuan dari keberadaan forum tersebut, Nusyirwan menyebutkan padi dan kapas melambangkan kemakmuran, dan tiga bintang maknanya pancasila sila ketiga, yang bunyinya Pesatuan dan Kesatuan.
“Tujuan dari FAAS ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan di Samarinda, dan peranannya menjaga persatuan dan kesatuan.
Sebelumnya ketua umum FAAS Muchlis Fachri Doemas menyampaikan FAAS harus bisa menjadi lilin yang mampu memberikan penerangan di gelap gulita bahkan sampai mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang banyak. “Hal seperti lilin inilah yang harus dimiliki pengurus FAAS,” pungkasnya.#hms2

 

Comments are closed.