BeritaKaltim.Co

Kentang Udara Bernilai Ekonomis Dibudidayakan

berau Kentang UdaraTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Mungkin masih terasa asing bagi masyarakat mendengar nama tanaman kentang air atau air potato, tanaman yang memiliki nilai ekonomi ini ternyata jenis tanaman hutan yang memiliki potensi besar. Karena itu, bukan hanya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Berau saja yang terus mengembangkan tanaman yang banyak ditemui di Berau ini, tetapi Badan Ketanahan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim juga ikut mengembangkan.

Dikatakan Kepala Dispertan Berau, Ir H Ilyas Nasir MM, sejak bulan Mei lalu BKPP bersama Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Suluh Manuntung Lempake Samarinda mencoba membudidayakan tumbuhan liar asal hutan Berau ini.
“Perlu dikatahui oleh masyarakat awam, bahwa kentang udara ini jenis pangan yang dapat dikonsumsi masyarakat, bahkan komoditi ini di Malaysia sudah dipasarkan, dan sudah banyak warga yang ada di negeri jiran sana mengkonsumsinya,”
katanya kepada beritakaltim.com, senin (28/9/2015).

Tanaman asal hutan Berau ini sembari dibudidayakan juga untuk bibit. “Komoditi ini sendiri juga sedang kami kembangkan terus di Berau, sembari menunggu ada rekomendasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) tentang
kandungan maupun komposisi tanaman ini,” ungkapnya.

Diakui Ilyas, kentang udara potensinya sangat besar untuk dikembangkan di Kaltim. Selain, tidak memerlukan pemeliharaan dan penanganan seperti tanaman kentang pada umumnya juga umur tanam serta produktivitas yang tinggi.

Kentang udara menjadi pengayaan komoditas pangan masyarakat. Walaupun tidak seperti kentang yang sudah biasa dikonsumsi. Namun kentang udara dapat menjadi pangan pilihan masyarakat dalam bagian diversifikasi atau penganekaragaman
konsumsi pangan.

“Jadi kalau masyarakat mampu mengolahnya dengan baik, lalu bagaimana cara mengemasnya, tanaman ini dapat bernilai ekonomi, dan ini juga bisa jangka panjang,” ujarnya.

Dijelaskan pula, bahwa budidaya kentang udara bisa bersifat monokultur maupun tumpang sari dengan tanaman lain. Budidaya secara tumpang sari dilakukan dengan cara merambatkannya ke tanaman lain yang tidak memerlukan lahan yang luas. “
Jadi tidak sulit untuk membudiyakan tanaman ini. Karena tidak seperti merawat kentang pada umumnya. Pokoknya jauh lebih mudahlah ” ujarnya lagi.

Pengembangan komoditas kentang udara mampu menjadi tanaman yang dikembangkan masyarakat, utamanya BP3K ataupun balai penyuluhan lainnya, sehingga komoditi ini bisa seperti tanaman pangan lainnya.

“Perlu diketahui juga, kentang udara ini bisa diolah untuk industri rumahan seperti kripik kentang ataupun kue yang berbahan dasar kentang. Dari rasanya hampir sama enaknya dengan kentang biasa. Harga di pasaran cukup bersaing, bahkan sudah ada pesanan dalam jumlah besar untuk komoditas ekspor luar negeri,” ungkapnya.

Dia menambahkan dalam waktu dekat BKPP Kaltim bersama BP3K di masing-masing daerah dapat menyosialisasikan kentang udara, khususnya melalui ajang pameran maupun lomba-lomba kuliner berbahan dasar pangan local. “ Yang jelas untuk di
Kabupaten Berau sudah melakukan sosialisasi, dan pada Berau Expo kemarin hasil tanaman kentang udara ini sudah kami pamerkan, Alhamdulillah banyak penyunjung yang merespon tanaman kentang udara ini, untuk melakukan budidaya” tukasnya.
#hel

Comments are closed.