BeritaKaltim.Co

Masyarakat Kesulitan Air Bersih akibat Kemarau

SAMARINDA. Wakil Ketua DPRD Kaltim Dody Rondonuwu meminta kepada Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim turun tangan membantu kesulitan air bersih yang dialami masyarakat, seiring kemarau yang berkepanjangan.
SAMARINDA. Wakil Ketua DPRD Kaltim Dody Rondonuwu meminta kepada Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim turun tangan membantu kesulitan air bersih yang dialami masyarakat, seiring kemarau yang berkepanjangan.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Seperti di Samarinda, dampak panjangnya musim kemarau tahun ini mengakibatkan berhentinya produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di sejumlah wilayah. Hal itu lantaran air baku dari Sungai Mahakam sudah dimasuki air laut. Masyarakat terpaksa menggunakan air Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus untuk keperluan sehari-hari. Padahal diketahui, kondisi air kedua sungai tersebut tercemar aneka polutan, sehingga tidak layak dipergunakan secara langsung.

Tidak hanya di Samarinda, kesulitan air bersih juga dialami masyarakat di kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur.

“Saya meminta kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar melalui cadangan air bersih pada masing-masing PDAM dapat disalurkan untuk membantu kebutuhan air bersihmasyarakat,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan, imbauan untuk membantu keperluan air bersih masyarakat juga ditujukan kepada BUMD atau BUMN serta perusahaan – perusahaan swasta yang dapat menggunakan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan mereka guna meringankan beban rakyat.

“Masyarakat juga saya imbau agar tetap menjalankan pola hidup sehat. Sehingga jangan sampai menderita muntaber dan diare akibat menggunakan air sungai yang tercemar berbagai bibit penyakit,” imbaunya. #adv/lin/dhi/oke

 

Comments are closed.