BeritaKaltim.Co

Petrus Mau Rebut Kembali Tanah yang Diklaim Miliknya 30 Tahun Lalu

berau Orang Diduga Preman Memaksa Menduduki Sebuah   Rumah webTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.COM- Sekelompok orang yang diduga preman diamankan Kepolisian Resor (Polres) Berau dan digelandang ke Mapolres Berau Jalan Pemuda pada sekitar pukul 16.00 wita, Selasa (29/09/2015). Sebanyak 18 orang tersebut

diamankan setelah diduga melakukan pemaksaan untuk menempati atau mengisi sebuah rumah yang ada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Berau, AKP Andrias Nurcahyo Wibowo menjelaskan, sekelompok orang tersebut diamankan setelah diduga memaksa menempati sebuah rumah yang dibangun di tanah milik atas nama Salsiah,Jalan Gatot Subroto.

Menurut pengakuan dari salah seorang bernama Pertus dari 18 orang tersebut, Petrus yang mengaku bahwa rumah tersebut miliknya.

“Jadi seorang diantaranya bernama Petrus, mereka itu mengaku bahwa rumah tersebut adalah miliknya, sehingga mereka memaksa penghuni rumah untuk mengosongkan rumah tersebut dan mereka juga memaksa memasukkan barang milik Petrus ke dalam
rumah tersebut,” ungkapnya.

Andrias menambahkan, sekitar 30 tahun lalu Petrus mengaku bahwa ia membeli tanah tersebut dan membangun rumah, namun ditinggal pergi ke kampung halaman. Setelah pulang dari kampung dan kembali ke Kabupaten Berau,ia melihat tanah yang diakuinya dibeli dengan harga Rp 300 ribu tersebut sudah ditempati orang lain.

“Katanya dia beli tanah itu, dan ditinggal pulang kampung selama 30 tahun, sekarang dia kembali dan melihat tanah serta rumah tersebut ditempati orang lain. Disitu ia menuntut untuk memiliki rumah tersebut,”ujarnya.

Terkait surat tanah tersebut, Petrus sendiri tak bisa memperlihatkan surat kepemilikan tanah tersebut, sementara pemilik rumah saat ini memiliki sertifikat hak milik atas nama Salsiah.

“Kita cari dulu siapa yang punya surat di lokasi tersebut, ternyata si pemilik rumah memiliki sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan tersebut, dan tak mungkin Badan Pertanahan Negara (BPN) sembarangan mengeluarkan surat sertifikat,” tambahnya.

Andrias menambahkan atas perbuatan para pelaku diancam Pasal 167 Ayat 1 yang berbunyi barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada disitu dengan melawan hukum dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (Sembilan) bulan.

Dikonfirmasi terpisah terkait status ke-18 orang yang diduga preman tersebut, KabagHumas Polres Berau, AKP Marwoto mengjelaskan bahwa sampai saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Berau dan belum ada penetapan tersangka dalam kejadian tersebut.

“Ke-18 orang itu belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” ujarnya saat ditemui di ruangan kerja Kabag Humas Polres Berau, Rabu (30/09/2015). #hel

Comments are closed.