BeritaKaltim.Co

Pohon Mati Diganti, Yakin Beres Akhir Tahun

TAK KENAL LELAH. Wali Kota Syaharie Jaang (pakai masker) didampingi sejumlah pejabat saat meninjau perkembangan terakhir Taman Bhayangkara, Selasa (29/9) lalu.
TAK KENAL LELAH. Wali Kota Syaharie Jaang (pakai masker) didampingi sejumlah pejabat saat meninjau perkembangan terakhir Taman Bhayangkara, Selasa (29/9) lalu.

SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Keyakinan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang soal sejumlah megaproyak yang bisa beres di akhir masa jabatannya tahun ini bukan hanya sekadar isapan jempol belaka. Bahkan orang nomor satu di Kota Tepian itu tidak mau hanya mendengar laporan di atas kertas dari para bawahannya. Hampir setiap hari ia melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah proyek yang ada.

Setelah menunggu penyambungan bentang tengah Jalan Layang (Flyover) Air Hitam di Samarinda Ulu Senin (28/9/2015) lalu hingga tengah malam, Selasa (29/9/2015) keesokan harinya ia melakukan peninjauan ke Taman Bhayangkara. Usai sebuah acara resmi di Samarinda Seberang, Wali Kota mengajak sejumlah pejabat terkait untuk mampir dan meninjau taman yang dulunya menjadi lahan bekas SMPN 1 dan SMAN 1 itu. Ya, tinjauan ke taman dimaksud bukan baru kali pertama ia lakukan. Dalam sebulan, ia bahkan hingga dua sampai tiga kali memonitor perkembangan taman yang diharapkan bisa menambah wadah rekreasi keluarga itu.
Bahkan terhadap para pekerja di sana, Wali Kota meminta agar bisa lembur siang malam untuk mempercepat progres. Di samping itu, drainase yang mulai buntu juga ia minta untuk dikeruk hingga bersih. Terutama yang mengalami sedimentasi. Pengerukan dimaksud tidak hanya dilakukan di sekitar taman. Tetapi hingga di sepanjang Jalan Awang Long menuju muara di
Sungai Mahakam.
“Pastikan aliran airnya lancar hingga ke muara. Setelah dikeruk bersih, langsung ditutup kembali hingga rapi,” kata Wali Kota memberikan arahan kepada para pekerja di sana.
Selain itu, ia juga secara seksama memperhatikan satu per satu tanaman yang ada di sana. Itu baik tanaman lama maupun yang baru. Untuk yang sudah tumbuh dan bertunas bagus, ia meminta agar bisa dipelihara. Terutama dengan menyiram secara rutin agar bisa terus tumbuh bagus.
“Sedangkan untuk yang mati, supaya segera diganti dengan tanaman yang baru. Yang pasti, melihat kemajuannya saat ini, saya yakin akhir tahun ini juga taman sudah beres dan bisa dinikmati warga kota ini,” ucapnya optimistis.
Jaang mengaku bukan tanpa alasan membangun taman dimaksud. Tidak hanya sekadar menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tetapi juga banyak efek positif lainnya seperti memecah konsentrasi massa agar tidak terfokus di titik tertentu dengan maksud mengurai kemacetan, hingga mempercantik wajah kota.
“Selama lima tahun belakangan kita gencar mempercantik wajah kota. Tujuannya tidak lain, yaitu untuk memberikan rasa nyaman bagi warga kota ini maupun tamu dari luar. Biar semuanya merasa nyaman saat berada di Kota Samarinda,” pungkas Wali Kota visioner itu. #hms6

Comments are closed.