BeritaKaltim.Co

Musim Kemarau, 20.000 Pelanggan PDAM Terganggu

Tinjau Intake Benanga, Wali Kota Perintahkan Dikeruk
Tinjau Intake Benanga, Wali Kota Perintahkan Dikeruk

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang langsung bertindak cepat begitu mengetahui ada warganya yang mengalami gangguan distribusi air dari PDAM. Terutama warga yang selama ini mengandalkan pasokan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai di Sungai Pinang. Produksi air bersih pada IPA berkekuatan 200 liter per detik untuk 20.000 pelanggan di Samarinda itu kini mengalami kendala air baku. Akibat musim kemarau, sehingga debet air dari waduk Benanga, Samarinda Utara mengalami penurunan. Karena itu, begitu mendapatkan laporan dari PDAM terkait itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Hero Mardanus, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot) Ismansyah, Kabag Humas dan Protokol Masrullah, serta Dirut PDAM Alimuddin kemarin sore langsung meninjau ke waduk Benanga. Bahkan Wali Kota sempat terkaget saat mengetahui air di sana hampir kering dan tak bisa mengalir menuju intake. Karena itu, ia langsung memerintahkan bawahannya untuk segera mengambil tindakan cepat demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

“Saya minta supaya secepatnya diupayakan agar sumber air bakunya tetap tersedia biar produksi air di IPA Gunung Lingai berjalan normal,” katanya memberikan arahan.

Bahkan secara langsung Wali Kota memerintahkan kepada DBMP untuk bisa membantu pengerukan terhadap endapan lumpur di sana. Terutama di bagian muara menuju intake agar airnya bisa mengalir normal dan produksi air bersih tetap berlangsung.

Intinya, ia meminta agar water master milik DBMP bisa dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur pada waduk yang mulai dangkal tersebut.

“Bereskan di sini (waduk Benanga, Red) dulu, baru nanti diarahkan ke lokasi lain. Termasuk di Gang Nibung yang juga memang kita anggap penting dalam upaya pengendalian banjir,” tandasnya.

Diakuinya, memang pengerukan di lokasi lain juga penting. Namun di Benanga untuk saat ini dianggapnya sangat penting dan mendesak. Karena menyangkut kebutuhan air minum bagi 20.000 pelanggan di kota ini. Apalagi saat ini musim kemarau, sehingga menjadi ancaman serius.

“Semuanya penting, tapi kita pilah mana yang paling penting di antara yang penting tadi. Jadi mohon pengertian warga. Karena air bersih ini menjadi kebutuhan dasar warga, sehingga harus kita tangani lebih cepat,” terangnya.

Sebelum meninjau ke lokasi tersebut, siang harinya Wali Kota juga sempat memimpin rapat hearing dengan Komisi II DPRD Samarinda di Rumah Jabatan (Rumjab). Terutama membahas menyangkut keluhan warga Perumahan Talang Sari terkait rencana kenaikan tarif air. Pada intinya, Wali Kota meminta agar pengembang jangan menyusahkan warga dengan menaikkan tarif air yang diproduksi sendiri itu. Di sisi lain, ia juga terus mengkomunikasikan ke PDAM agar segera merealisasikan penyambungan pipa air bersih ke wilayah Perumahan Talang Sari. #hms6

Comments are closed.