BeritaKaltim.Co

Desalinasi Solusi Atasi Kemarau

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Eddy Sunardi
Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Eddy Sunardi

BATAM, BERITAKALTIM.COM – Air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan. Kekurangan air akan menyebabkan sejumlah masalah. Seperti yang terjadi saat ini, kemarau panjang menyebabkan terganggunya perekonomian bahkan kesehatan. Pemerintah pun hingga sekarang tidak mampu berbuat banyak. Timbul sebuah pertanyaan besar sampai kapan masyarakat mampu bertahan ditengah-tengah kondisi sulit seperti ini?.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Eddy Sunardi mengatakan musim kemarau membuat beberapa sumber air menjadi kering, sungai yang selama ini menjadi sumber pengolahan air oleh PDAM semakin berkurang hingga bercampur dengan air laut.

“Akibat dari masuknya air laut membuat PDAM kesulitan dalam mengolah air bersih, alhasil solusi air mati secara bergilirpun dilakukan untuk menjaga kebutuhan akan air bersih. Ini tidak akan bertahan lama sehingga perlu solusi jangka panjang,” kata Sunardi.

Oleh sebab itu maka pihaknya menghimbau kepada pemerintah untuk membeli alat desalinasi atau sebuah alat yang mampu melakukan proses pengolahan air asin atau payau menjadi air tawar.

Ditambahkan Sunardi, desalinasi pada prinsipnya mempunyai tiga tahapan yakni, proses penyulingan, proses penukaran ion, dan filtrasi.

“Intinya mampu mengubah air laut jadi air tawar, melalui pemanasan,” ucap Sunardi.

Edy Sunardi, menyebutkan teknologi ini bukanlah hal baru karena sudah lama digunakan di berbagai negara, bahkan ketika sunami aceh pemeritah Australia memberikan alat itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Pemerintah hendaknya segera membuat program baik jangka pendek dan panjang karena kemarau dipastikan tidak hanya terjadi di tahun ini, terlebih di iklim yang susah diprediksi.

Salah satu program dimaksud adalah dengan membeli alat desalinasi. Tidak hanya provinsi saja melainkan pemerintah di daerah hendaknya bekerjasama untuk pengadaan alat ini termasuk mengajak pihak perusahaan swasta untuk ikut serta.

“Untuk pengelolaannya bisa diatur kemudian apakah bekerjasama dengan PDAM atau dikelola oleh Perusda atau lainnya. Pasalnya, kalaupun nantinya dikenakan tarif bisa jauh lebih miring harganya karena prinsipnya adalah membantu masyarakat,” jelas Edy Sunardi. #adv/bar

Comments are closed.