SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Cabang olahraga (Cabor) karate Kaltim meraih torehan positif dalam Kejurnas Pra PON di GOR Universitas Negeri Medan (Unimed), 25-27 Oktober. Kaltim meloloskan 8 karateka ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.
Trending
- Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Kaltim Sempat Memanas, Massa Enggan Bubar Sampai Malam
- Pj Gubernur Kaltim Naik Heli Tinjau Banjir Mahulu, Pastikan Infrastruktur Masyarakat
- Banjir Mahakam Ulu, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
- Bantuan Korban Banjir Mahakam Ulu Masih Tertahan di Kutai Barat
- Banjir Besar di Mahakam Ulu, Gubernur Akmal Malik Kerahkan Bantuan Darurat
- Jalan Trans Sulawesi lumpuh akibat luapan banjir
- Artis Epy Kusnandar ditangkap polisi akibat narkoba
- Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 800 meter
- Prabowo dan Gibran Berangkat Dari Kartanegara Ke Gedung KPU
- Satu Tewas, Tujuh Hilang Dalam Kecelakaan Dua Heli Militer Jepang
Kaltim Loloskan 8 Karateka ke PON Jabar
“Luar biasa, dengan mengirim 15 atlet bisa masuk 8 ke PON Jabar. Ini patut kita syukuri, apalagi dengan 25 hari TC dengan dana dari KONI untuk cabor, kita berhasil melaju ke PON dengan 8 karateka,” ucap Manajer Tim Karate Kaltim Jony Bachtiar Seman.
Joni yang juga kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Samarinda ini merincikan dari 8 atlet sebanyak 3 atlet dari Samarinda di nomor kata beregu putri terdiri dari Eka Nuryana, Dewi Nuryani dan Fera Dilla Kausal.
“Dua atlet lagi dari Balikpapan untuk nomor Kumite 55 Kg putra atas nama Titis Putra, dan Kumite -75 Kg putra atas nama Junaidi. Sedangkan karateka Kukar Siti Noraminah di nomor kumite -61 Kg putri, Thessa Lomnica Bontang di Kumite -68 putri serta Heribertus Luhat Kutai Barat di Kumite +84 Kg putra,” terang Jony yang juga Sekretaris Umum Forki Kaltim.
Prestasi yang dianggap sudah luar biasa menurutnya juga dengan melihat peta persaingan yang begitu ketat. Ini mengingat para pesaing merupakan atlet yang sudah punya nama dan kelas dunia, asia dan juara PON. “Parahnya, yang sudah punya nama ini diperbolehkan bertanding walaupun umur lewat. Sedangkan yang muda dibatasi, sehingga menghambat prestasi yang muda,” imbuh Jony.
Karateka Kaltim, sebutnya bertemu dengan 7 kali juara Asia Karatedo Federation (AKF)) Umar Syarif, ketemua juga Jintar 3 kali juara AKF dan 3 kali PON. “Andalan Samarinda Gita dikalahkan juara PON Ayu Safitri dari Sulsel. Tapi Ayu akhirnya kalah juga dengan Devina dari Jakarta,” beber Jony.
Dengan komposisi karateka yang lolos, menurut Joni di PON Jabar minimal bisa meraih 1 emas.
“Melihat peringkat di Pra PON, rata rata yang diperhatikan lawan rangking 1-4. Sedangkan kita diatas rangking. Jadi kita nanti bisa menjadi kuda hitam. Jadi ada peluang kita di 6 nomor meraih medali sebagai kuda hitam di PON,” tegasnya.
Selain itu, katanya Kaltim akan memilih mengontrak pelatih nasional untuk persiapan PON tanpa mengubah komposisi pelatih yang ada, terdiri dari pelatih kepala Johnet Sellano, Hermawan Ali (Kata Putra), Silvanus Riok (Kata Putri), Jalu Sharin Meliela (Kumite Putra), dan Ismaun Sirma (Kumite Putri). #hms2
Comments are closed.