BeritaKaltim.Co

Tajong Samarinda Diseminarkan

Hadirkan 3 Narasumber, Bahas Strategi Market Pasar
Hadirkan 3 Narasumber, Bahas Strategi Market Pasar

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Eksistensi kain sarung Samarinda atau “Tajong Samarinda” tak diragukan lagi. Bahkan kini popularitasnya sudah tembus hingga ke Negeri jiran. Tapi sayang, tantangan jaman, khususnya dalam dunia perdagangan, kain khas kota Tepian ini masih kalah bersaing dengan bahan teksil lainnya yang mampu memproduksi dengan volume lebih besar.

Untuk itu, agar pesona kain tenun tadi dapat menembus pasar global, maka Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kominfo Samarinda, Kamis (06/11/2015) kemarin menggelar Seminar seni budaya dengan mengambil tema Sarung Tajong menembus pasar global yang berlangsung di Ballroom Bank Indonesia.
Tak kepalang tanggung, tiga nara sumber dihadirkan sebagai pembicara pagi itu, diantaranya Ketua Umum Dekranasda Samarinda Puji Setyowati, Rektor Widya Gama Prof Abdul Rachim serta Riyanto selaku Direktur Bank Indonesia.
Kepala Disparekrafkominfo M Faisal mengatakan kegiatan seminar tadi soft opening Festival mahakam yang akan digelar mulai dari tanggal 6 hingga 8 November.
Ia menjelaskan kenapa pihaknya mengadakan seminar pagi itu dengan menitik beratkan pada tema Sarung Tajong, karena menurut Faisal hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah mengenal Sarung khas kota Tepian tersebut.
Bahkan kata dia, dari Sabang hingga Marauke mengakui sarung terbaik di Indonesia saat ini ada di Samarinda. Namun sayang dengan brand yang terkenal tadi tapi tidak dibarengi dengan market yang baik.
”Oleh itu untuk memecahkan masalah pemasaran tadi maka kami seminarkan pagi hari ini,” tutur Faisal. Sebenarnya, mantan Kabag Humas Pemkot Samarinda ini menambahkan beberapa tahun belakangan pihaknya telah melakukan strategi agar peminat bahan tenun sarung tadi bisa tembus ke pasar global.
Diantaranya sebut dia dengan merancang bahan sarung menjadi bahan fashion selain juga melakukan pelatihan IT bagi para pengrajin agar bisa menjual hasil pengrajin di lapak online.
”Strategi ini kita lakukan karena ada cita-cita yang besar yakni agar bahan Tajong Samarinda bisa menembus pasar global,” imbuh Faisal.
Sementara, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail sendiri ketika membuka seminar tersebut menaruh harapan besar kepada narasumber agar melalui seminar tadi setidaknya banyak masukkan yang bisa langsung ditindak lanjuti agar harapan yang dinginkan bisa segera terwujud.
Seperti kata Wawali mengenai strategi pemasaran tadi. Dimana menurut dia hasil masukan dari rektor Widyagama, Prof Abdul Rachim yang mengharapkan, agar gerakan para pemuda maupun mahasiswa di kota tepian bisa dilibatkan dalam ikut mempromosikan kain tenun tersebut, karena gerakan tadi juga bagian dari potensi Sumber Daya Manusia yang ikut dalam mengembangkan salah satu ikon budaya di Samarinda.
Karena mencintai produk budaya sendiri memang patut dipopulerkan ke generasi muda.
Apalagi, dengan perpaduan dan desain kekinian, motif sarung samarinda seperti belang hatta tak lagi aneh jika dikenakan untuk busana sehari-hari. ”Bahkan saya perhatikan promosinya juga sudah merambah kedunia fashion selain di bidang IT, tentu menjadi langkah yang baik dan terobosan jitu dalam meningkatkan penghasil dari pengrajin itu sendiri,” sebut Nusyirwan.
Selain, sambung dia kain tenun tadi juga dibeberapa perusahaan swasta sudah dipatenkan sebagai salah satu seragam kerja sehingga secara langsung juga ikut dalam mengembangkan produk pariwisata. #HMS5

Comments are closed.