BeritaKaltim.Co

Ratusan Honorer Kepung DPRD Kukar Tuntut Kenaikan Gaji

Ketua DPRD temui pengnjuk rasa.
Ketua DPRD Kukar Salehuddin temui pengnjuk rasa.

TENGGARONG, BERITAKALTIM.COM — Ratusan tenaga honor yang tergabung dalam Forum Tenaga Harian Kukar (FTHK) kembali mendatangi Gedung DPRD Kukar, Senin (16/11/2015).

Aksi unjuk rasa ini digelar lebih cepat sehari dari yang direncanakan sebelumnya.Dari pantauan media ini aksi tersebut diawali dengan konvoi dari lapangan parkir Stadion Rondong Demang, dengan menggunakan sepeda motor serta mobil bak terbuka dengan perangkat pengeras suara, para pegawai THL ini kemudian bergerak menuju gedung DPRD Kukar.

Disepanjang rute yang dilewati terutama saat melintas di depan kantor Dinas atau Instansi, ketua FTHK Ali Rohman menyerukan kepada THL di kantor-kantor untuk bergabung bersama mereka. Komplek perkantoran Bupati Kukar juga disambangi para pengunjuk rasa, setelah melewati komplek perkantoran tersebut rombongan FTHK kemudian bergerak menuju kantor DPRD Kukar.

Tuntutan mereka masih sama, yakni menuntut kenaikan gaji yang mereka anggap sangat minim, dan meminta SK dikembalikan satu pintu yakni di BKD.

Sesampai di DPRD para pengunjuk rasa melakukan orasi di halaman kantor DPRD, namun tak berapa lama para pengunjuk rasa ini akhirnya di temui Ketua DPRD Kukar Salehudin, Wakil Ketua III Rudiansyah, Ketua Komisi I Abdul Rasyid dan beberapa anggota dewan lainnya, kemudian Ketua DPRD mempersilahkan para pengunjuk rasa untuk berdialog dengan pemerintah melalui BKD di ruang Banmus.

Setelah berdialog yang cukup panjang, akhirnya Ketua DPRD Kukar Salehudin membacakan tiga poin hasil rapat tersebut, “Pertama DPRD Kukar meminta FTHK dan SKPD terkait untuk menginventarisir jumlah THL resmi, kedua pemerintah Kabupaten dalam hal ini setelah mendapatkan data THL resmi bisa memporsikan dalam anggaran APBD 2016 terkait dengan tambahan pembiayaan bagi THL dengan kemampuan daerah, bahkan jika perlu menyesuaikan UMK, ketiga melakukan revisi perbup tentang hal ini, “ tuturnya. #Wn

Comments are closed.