BeritaKaltim.Co

Beberapa Wartawan Dilarang Masuk Acara Debat Publik

berau web Debat Publik di Hotel Swara CantikaTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.COM- Acara Debat publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2015 telah berlangsung di hotel Swara Cantika, Kamis (26/11/2015) lalu, namun masih menyisakan kekecewaan kalangan insan pers di Kabupaten Berau. Pasalnya beberapa wartawan tidak bisa masuk ke ballroom untuk melaksanakan liputan.

Sehingga mereka kehilangan momen berharga untuk dipublikasikan ke masyarakat. Padahal sisi lain debat publik bisa jadi untuk refrensi masyarakat untuk menentukan pilihan. Dan sebelumnya juga KPU sudah mempublikasikan kepada masyarakat melalui media cetak, serta spanduk spanduk di kota Tanjung Redeb.

Akhirnya Wartawan yang tidak bisa melaksanakan liputan ini, Jumat (27/11/2015) pagi bertandang ke kantor KPU Berau di Jalan Pemuda Tanjung Redeb. Mereka menanyakan langsung ke Nana Mailina, Komisioner KPU Berau yang juga Divisi Hukum Dan Pengawasan selaku penanggung jawab acara debat publik dan ke ketuanya Roby Maula S,Hut.

Mereka mempertanyakan mengapa rekan pers sebahagian tidak bisa melaksanakan liputan. Karena ketika acara debat tersebut. Para Wartawan yang terdiri dari reporer TV dan Tabloid tidak diperkenankan masuk karena tidak ada undangan.

Nana menyebutkan kalau keterangannya satu pintu, yakni melalui ketuanya, Roby Maula, yang sejak pagi sekali sudah ada beberapa wartawan dari televisi swasta yang konfirmasi.

Dari keterangan Roby yang direkam kalangan media menyebutkan bahwa KPUD Berau tidak ada maksud membeda-bedakan wartawan.

“Kami sebagai lembaga punya keterkaitan untuk keamanan dan suksesnya penyelenggaraan Pemilu,” kata Roby yang didampingi Nana. Intinya, KPUD meminta maaf kepada wartawan dan berjanji kejadian itu menjadi evaluasi bagi Komisioner KPU.

Tapi KPU juga meminta kepada para wartawan jika ada acara besar seperti Debat dan lainnya, sehari sebelumnya datang ke kantor KPU untuk koordinasi.

“Mohon teman-teman wartawan datang ke kantor KPU sehari sebelum acara dan sebenarnya KPU tidak menutup akses informasi,” paparnya.

Diacara Debat Publik itu ada beberapa wartawan yang bisa masuk karena diundang oleh KPU dan dibuatkan ID khusus. Sebagian yang tidak dibolehkan masuk karena tidak ada undangan.

Satu wartawan yang ngotot kepada panitia sekretariat KPU, yakni Abdussalam dari media online kabarberita.com tetap berusaha masuk ke Ballroom Swara Cantika. “Heran, dimana letak penghargaan KPU, sudah banyak dibantu pemberitaan,” kata Salam panggilan akrabnya. #hel

Comments are closed.