BeritaKaltim.Co

Efisiensi Kegiatan untuk Kebutuhan Masyarakat

Awang Yacoub
Awang Yacoub

TENGGARONG, BERITAKALTIM.com- Menjaga geliat perekonomian rakyat, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Awang Yacoub Luthman mengingatkan Pemkab Kukar agar melakukan efisiensi anggaran pemerintahan.

Dengan efisiensi itu, menurut Awang Yacoub, alokasi anggaran untuk program yang pro rakyat menjadi lebih besar. Di samping itu, ia mengingatkan terus menurunnya dana perimbangan, efisiensi dilakukan agar PAD Kukar bisa diperoleh dari sumber-sumber yang baru.

“Salah satu contoh, gas yang kita produksi seharusnya tidak secara seluruhnya gas kita dikonversi untuk menjadi energi industri, tapi bagaimana gas kita ini dikonversi untuk industri rumah tangga,” ujar Awang Yacoub.

Seharusnya, lanjut Awang Yacoub, Kukar bisa mencontoh langsung apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Bontang terkait energi gas untuk rumah tangga. “Seharusnya itu yang dipacu, jadi kita tidak perlu susah-susah mendatangkan gas itu dari daerah-daerah yang lain tapi jauh-jauh dari Pertamina. Sentral-sentral kita sudah bisa menyediakan untuk mencukupi kebutuhan,” ucapnya.

Awang Yacoub menambahkan, dengan telah dilakukannya hal seperti itu maka kegiatan-kegiatan industri seperti Usaha Kecil Menengah (UKM) dan usaha non formal dan usaha lainnya yang digeluti masyarakat otomatis bisa hidup.

“Tentu bisa hidup karena memperoleh gas yang lebih murah dari pada ditempat yang lain. Ekonomi kecil pasti ikut tumbuh, karena yang sudah jelas tidak terkena resesi itukan UKM itu. Mestinya kita menggerakkan itu, banyak potensi-potensi UKM kita yang tidak pernah kita gerakkan secara cukup optimal,”ungkapnya.

Ini salah satu sisi energi yang Awang Yacoub nilai selama ini tidak dipotimalkan dengan baik. “Selain energi kita juga memiliki potensi lahan. Potensi lahan ini sudah cukup jelas, coba ditata secara benar. Di mana lahan-lahan itu tidak bisa dengan serta-merta itu menjadi dari konsesi perusahaan-perusahaan besar,” jelasnya.

“Harus fair, mana perusahaan-perusahaan itu yang bisa dilakukan tentang proses produksinya, kapasitas investasinya. Tapi kan kenyataannya banyak lahan-lahan kita diatasnamakan dijadikan menjadi suatu kepentingan konsesi tanpa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kita,” tambahnya. #adver

Comments are closed.