BeritaKaltim.Co

Pemasaran Pertanian Perlu Perhatian Pemerintah

18muspandi
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Muspandi mengatakan praktik tengkulak masih menjadi bagian penting pertanian lokal.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Keadaan geografis dan luasnya lahan merupakan modal awal Kaltim dalam upaya merealisasikan target provinsi, yakni menjadi lumbung pangan Indonesia. Namun, faktanya, Kaltim belum memaksimalkan pemasaran produk pertaniannya.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Muspandi mengatakan praktik tengkulak masih menjadi bagian penting pertanian lokal. Faktanya petani menjual murah hasil panennya ke tengkulak yang hanya memasarkan di lingkup pasar tradisional daerah. Maka dari itu, perlu adanya sentuhan serius dari pemerintah provinsi dalam membuat dan menyediakan fasilitas yang mendukung pemasaran hasil panen petani Kaltim, hingga keseluruh wilayah Indonesia.

“Fokus pemerintah jangan lagi hanya berkutat pada penyuluhan dan penyediaan peralatan pertanian. Sekarang sudah saatnya produk pertanian Kaltim tersebar luas ke daerah lain, ” Ucap Muspandi.

Lebih lanjut dikatakan Muspandi, hal ini sesuai dengan program pemerintah yakni revitalisasi pertanian dalam arti luas untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pengembangan budidaya pangan skala luas (food estate). Selain itu potensi pertanian Kaltim masih sangat terbuka lebar seiring luasan lahan yang tersedia dan sangat memadai untuk digarap petani. Jika ini direalisasikan, tentu akan sangat membantu upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan daerah bahkan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Kebutuhan pangan penduduk Indonesia selalu fluktuatif tiap tahun, khususnya beras. Jika Kaltim mampu mensukseskan swasembada pangan, tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan menambah devisa negara,” kata politikus Fraksi PAN ini. #adv/tos/dhi/oke

Comments are closed.