BeritaKaltim.Co

Cabut Izin Tambang Dekat Permukiman

2sapto setyo pramono
Sapto Setyo Pramono, anggota Komisi III DPRD Kaltim.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Bekas lubang galian tambang batubara lagi-lagi memakan korban jiwa. Tidak dapat dipungkiri, persoalan tambang menjadi persoalan serius yang harus segera mendapatkan solusi.

“Persoalan pertambangan menjadi catatan serius. Baik pemerintah kota/kabupaten maupun Pemerintah Provinsi harus saling bersinergi bertindak tegas bagi perusahaan pertambangan nakal yang tidak melakukan reklamasi. Persoalan ini tidak boleh dianggap remeh,” kata Sapto Setyo Pramono, anggota Komisi III DPRD Kaltim.

Dewi Ratna Pratiwi (9), seorang bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) menjadi korban tenggelam bekas tambang. Ratna ditemukan telah meninggal dunia pada Rabu 30 Desember 2015 di Desa Sumber Sari, Kampung Ledok, Gang Isal SP 1, Sebulu, Kutai Kartanegara. Menurut kabar beredar, Ratna tenggelam pada Selasa 29 Desember 2015. Ratna adalah korban kesekian kalinya dari lubang bekas galian tambang di Bumi Etam.

Aktivitas pertambangan wilayah Kaltim hingga kini masih menjadi sorotan publik. Dampak negatif pertambangan jelas sangat merugikan masyarakat. Terlebih jika perusahaan tambang tersebut berada di dekat permukiman warga. Selain itu, kerusakan pertambangan juga dapat memperburuk kondisi ekosistem alam. Pemulihan pun membutuhkan waktu lama untuk dapat memperbaiki kondisi ekosistem alam seperti semula.

“Perusahaan tidak boleh lepas tangan, terlebih dengan sengaja tidak melakukan tanggung jawab mereklamasi. Perusahaan tersebut harus mendapat teguran keras dengan hukuman setimpal.

Demi meraup keuntungan semata, masyarakat menjadi korban dan ini tidak dibenarkan,” kata politikus Partai Golkar ini.
Lebih lanjut, Sapto mengatakan perlu lakukan pengecekan menyeluruh terhadap kegiatan tambang. Terutama bagi perusahaan pertambangan yang hingga kini masih beroperasi dekat wilayah permukiman warga, Sapto mendesak untuk segera dicabut perizinannya.

” Saya berharap, bagi sekian banyak perusahaan yang belum lakukan reklamasi segera melakukan reklamasi, sehingga korban tidak terus berjatuhan,” tegas Sapto. #adv/rid/dhi/oke

Comments are closed.