BeritaKaltim.Co

Menanti Janji Pusat Bangun Pelabuhan Tanah Kuning

bulungan Pelabuhan peti kemas Tanjung Selor depan Pujasera, Tanjung SelorTANJUNG SELOR, BERITAKALTARA.com– Realisasi pembangunan pelabuhan internasional di wilayah Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2016, masih membuat pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kaltara, harap-harap cemas. Pasalnya, hingga memasuki pertengahan Januari 2016, informasi kepastian pembangunannya, belum ada titik terangnya. Karena itu, janji pemerintah pusat untuk membangun pelabuhan bertarap internasional ini, kini dinantikan.

Jika benar tahun 2016 ini, megah proyek tersebut betul direalisasi. Maka pemerintah pusat betul telah peduli terhadap pembangunan di wilayah Kaltara yang nota bene, mendukung motto Kaltara kini terbelakang kelak akan menjajdi yang terdepan.

Apalagi gaung pemerintah pusat akan menggelontor dana ke Tanah Kuning yang nilainya puluhan miliar itu hingga kini masih menggelinding. Nah, apakah harap-harap cemas pemerintah daerah ini bisa terobati. Kini menanti pemerintah pusat. Terlebih lahan yang akan ditempati pembangunan pelabuhan tersebut sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Kepala Dishubkominfo Kaltara Drs H Ahmad Haerani, M.Si kepada beritakaltara.com di Tanjung Selor, Sabtu (16/1/2016) mengatakan, kepastian pembangunan pelabuhan internasional yang direncanakan oleh pemerintah pusat akan direalisasi tahun 2016 ini, belum ada. Namun dirinya tidak menampik jika pembangunan pelabuhan besar tersebut, sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Pemprov Kaltara.

“Kepastian realisasi pembangunan pelabuhan Tanah Kuning tahun 2016 ini, kami belum tahu pasti. Tapi pusat sudah merencanakan tahun ini. Nah, apakah jadi diwujudkan tahun ini atau tidak, yang jelas sudah masuk dalam RPJP Pemprov,” jelas Haerani.

Seperti diketahui, Pemprov Kaltara sebelumnya sudah merencanakan wilayah Tanah Kuning akan dijadikan kawasan perekonomian dan industri terpadu. Dipilihnya Tanah Kuning, karena selain masih memiliki cadangan lahan kosong yang cukup, daerah ini juga berkedudukan di tepi pantai laut samudra. Sehingga dinilai strategis untuk dijadikan kawasan pelabuhan internasional yang disinergikan dengan kawasan perekonomian dan industri terpadu.

Perencanaan inipun, sudah disokong oleh pemerintah pusat. Berkali-kali tim dari pusat turun ke daerah ini untuk melakukan kajian terkait kelaikan kawasan tersebut dijadikan kawasan perekonomian dan industri terpadu yang ditunjang dengan pelabuhan besar.

“Hasil studi kelaikannya, sudah oke. Bahkan tahun ini (2016, red) pusat sudah merencanakan pembangunan pelabuhan,” kata Haerani lagi.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelabuhan Kelas III Tanjung Selor M Nur Pae mengatakan, pembangunan pelabuhan internasional Tanah Kuning, akan direalisasi tahun 2016. Untuk tahap pertama pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, akan menggelontor dana sebesar Rp 50 miliar untuk pemasangan tiang pancang dan biaya pembebasan lahannya.

Hanya saja, dia belum tahu pasti bulan kapan kegiatan pembangunan megah proyek ini dimulai. Sebab, pusat masih menunggu pemenang lelang kontraktor pelaksananya.

Dikatakan oleh Nur Pae, Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi, sepatutnya memiliki pelabuhan internasional. Sebab selama ini pelabuhan yang diandalkan untuk distribusi kebutuhan bahan pokok maupun lainnya masih bergantung di Kota Tarakan. Sementara diketahui jarak antara tanjung Selor dengan Tarakan, cukup menyita waktu. Sehingga, wajar jika harga kebutuhan apa saja di Tanjung Selor, jadi mahal.

Nah, dengan tersedianya pelabuhan internasional di ibukota provinsi, maka peluang untuk menurunkan harga kebutuhan jelas ada. Karena jarak angkutnya sudah dalam kota. Selain itu, tersedianya pelabuhan internasional di ibukota provinsi, jelas akan menumbuhkan gaiarah perekonomian di tengah masyarakat. Alasannya, karena pelabuhan peti kemas yang ada di Tanjung Selor saat ini, sudah tak layak. Karena bobot tonase kapal yang bisa masuk di Sungai Kayan, sudah tidak seimbang dengan tingginya angka kebutuhan masyarakat. #NAY/ISM

Comments are closed.