BeritaKaltim.Co

Tangkal Teroris Harus Mewaspadai Setiap Jengkal Tanah

Pj. Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko (kiri) saat rapat terbatas dengan Kasatpol PP Kaltara dan Kesbangpol Kaltara yang intinya membahas mengenai kondisi keamanan wilayah, Kamis (28/1/2016).
Pj. Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko (kiri) saat rapat terbatas dengan Kasatpol PP Kaltara dan Kesbangpol Kaltara yang intinya membahas mengenai kondisi keamanan wilayah, Kamis (28/1/2016).

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Walaupun menjabat sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), tinggal beberapa bulan lagi. Drs H Triyono Budi Sasongko, tidak ingin situasi keamanan di wilayahnya, tidak kondusif. Terutama dari ancaman paham radikalisme dan terorisme.

Agar hal itu tidak terjadi, Triyono Budi Sasongko terus berupaya membangun konsolidasi dan koordinasi terhadap semua elemen masyarakat dan memberdayakan keberadaan Forkopimda baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

Kalimantan Utara sebagai wilayah etalasenya negeri ini yang berbatasan langsung dengan Malaysia, berpotensi menjadi daerah yang ditempati para terorisme maupun penyebar paham-paham radikalisme. Terlebih luas wilayah Kaltara dua kalilipat luas wilayah Provinsi Banten.

Nah, untuk membendung semua ini. Perlu dibangun satu kekuatan di tengah masyarakat untuk mewaspadai setiap jengkal tanah terhadap keberadaan jaringan terorisme maupun penyebar paham-paham radikalisme.

“Hanya dengan cara ini yang bisa kita lakukan, supaya masyarakat waspada,” kata Triyono Budi Sasongko di Tanjung Selor, Kamis (28/1/2016).

Selain potensi daratnya yang rawan untuk dimanfaatkan oleh para pelaku terorisme maupun penyebar paham-paham radikalisme. Yang perlu dipahami juga, lanjut Penjabat Gubernur Kaltara ialah, Kaltara salah satu wilayah di negeri ini menjadi poros maritim untuk wilayah Indonesia Timur. Sebagai poros maritim, bisa saja dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku terori maupun penyebar paham yang bertentangan dengan kaidah agama, maupun ideologi bangsa.

Semua ini diakui oleh Triyono, tidaklah mudah diawasi atau dipantau jika hanya mengandalkan pemerintah semata. Apalagi jumlah personil pengamanan bangsa ini, sangat terbatas. Karena itu, keterlibatan masyarakat secara luas adalah satu-satunya potensi sumber daya manusia yang cukup strategis diberdayakan dalam menangkal keberadaan terorisme maupun penyebar paham radikalisme.

“Ini yang harus kita lakukan. Tidak ada cara lain kecuali harus bersama-sama semua komponen,” tegas Triyono didampingi Kabid Ideologi Kesbangpol Kaltara Drs H Syadriansyah.

Comments are closed.