BeritaKaltim.Co

Pemprov Akan Pulangkan Pengungsi Gafatar

Foto 2 Pengungsi GafatarTANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Pudjiarti, sang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), tak pernah membayangkan sebelumnya jika dirinya bersama keluarganya, bakal terusik dari tempat tinggalnya di Tanjung Palas. Tapi ketenangan dalam kesehariannya yang telah dijalaninya bersama keluarga bahkan anak-anak didiknya di sekolah, belakangan mulai terusik juga.

Bagaimana tidak, wanita kelahiran Temanggung tahun 1969 lalu ini diketahui ikut bergabung dalam sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Bulungan, sehingga ia bersama dengan mantan anggota Gafatar lainnya ikut dievakuasi dari tempat tinggalnya. Sejak dievakuasi itulah dan selama berada dalam pengungsian di Markas PMI Bulungan hingga di Balai Diklat Pemkab Bulungan, Jalan Aghatis, Tanjung Selor, segala aktivitas Pudjiarti baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai tenaga pendidik, akhirnya hilang.

Kini wanita berusia 47 tahun ini dan keluarganya tinggal menunggu nasibnya. Apakah masih tetap berada di pengungsian bersama dengan mantan anggota Gafatar lainnya atau bisa pulang kembali ke rumahnya di Tanjung Palas agar kembali bisa beraktifitas sebagai seorang guru honorer? Dia bersama puluhan pengungsi mantan anggota Gafatar lainnya, kini merenungi nasibnya. Entah bagaimana jadinya mereka. Dimana akan berakhir dan bisa kembali memulai hidup baru seperti biasa.

Lantas bagaimanakah, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam menyikapi keberadaan pengungsi mantan Gafatar di Bulungan ini?. Sebab jika terus berlama-lama di pengungsian, jelas segala kebutuhan para pengungsi tersebut, tetap dalam tanggung jawab pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten. Terutama tanggung jawab terhadap kebutuhan logistik mereka.

Nah, kabar tentang nasib keberadaan para pengungsi mantan Gafatar Bulungan, kini mulai ada titik terangnya. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kaltara, akhirnya memutuskan untuk memulangkan mereka ke kampung halaman masing-masing. Hal sama dengan Pudjiarti, sang tenaga guru honorer, juga kabarnya akan ikut dipulangkan ke daerahnya di Pulau Jawa.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Kesbangpol Kaltara melalui Kabid Ideologi Kesbangpol Sadriansyah, S.IP kepada beritakaltara.com di ruang kerjanya Jalan Kapur, Tanjung Selor, Kamis (4/2/2016).

Keputusan pemerintah daerah untuk memulangkan para mantan Gafatar ke kampung masing-masing, diakui oleh Sadriansyah, sudah melalui koordinasi antara pemerintah daerah Kaltara dengan pemerintah daerah asal mereka tinggal.

Hanya saja, jadwal pemulangannya belum diketahui pasti mengingat teknis pemulangan mereka ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Kapan dipulangkan, kami masih menunggu Pemkab Bulungan. Karena teknisnya disana. Yang jelas, sudah diputuskan bahwa mereka itu dipulangkan ke daerah masing-masing,” kata Sadriansyah.

Dikatakan, sejauh ini pihaknya mencatat sebanyak 32 kepala keluarga (KK) atau 125 jiwa mantan anggota Gafatar di wilayah Bulungan dan siap untuk dipulangkan. Sebanyak 125 jiwa itu yakni 76 jiwa laki-laki dan 49 jiwa perempuan. Kesemuanya mantan Gafatar tersebut kini masih berada di pengungsian dan dalam pengawasan pihak pemerintah daerah dibantu oleh Polres Bulungan dan Kodim 0903/Tanjung Selor di Balai Diklat, Bulungan Jalan Agathis, Tanjung Selor.

Keputusan untuk dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing, bertujuan demi menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas situasi di Bulungan. Selain itu, agar para mantan anggota Gafatar ini bisa mendapat pembinaan langsung dari keluarga dan pemerintah daerah masing-masing.

Sebelumnya, Pemkab Bulungan tidak berencana untuk mengevakuasi mereka dari tempat tinggalnya di wilayah Bulungan seperti dari Pejalin, Antutan dan Tanjung Palas. Sebab, keberadaan mereka sejauh ini tidak mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hanya saja, kenapa belakangan akhirnya dievakuasi, tidak lain karena ada permintaan sejumlah tokoh masyarakat agar mereka ini dikeluarkan dari daerah yang ditempatinya itu. #Ism

Comments are closed.