BeritaKaltim.Co

Semarak Perayaan Imlek Tanjung Selor

Suasana perayaan tahun baru Imlek di Tanjung Selor. Beberapa ruas jalan raya di hiasi lampion menjadi pemandangan tersendiri di siang dan malam hari. (Ft. Ism)
Suasana perayaan tahun baru Imlek di Tanjung Selor. Beberapa ruas jalan raya di hiasi lampion menjadi pemandangan tersendiri di siang dan malam hari. (Ft. Ism)

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Tahun Baru Imlek bagi komunitas etnis Tionghoa adalah hari raya yang secara turun temurun dirayakan dan sudah menjadi tradisi di lingkungan mereka. Tak terkecuali etnis Tionghoa yang ada di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Bagi komunitas etnis Tionghoa yang ada di Tanjung Selor, perayaan tahun Imlek tahun 2016 ini, merupakan perayaan yang tergolong semarak. Pasalnya selain melaksanakan berbagai kebiasaan dan tradisi yang terbentuk setiap menyambut perayaan Imlek yang sebagian besar masih dilakukan sampai sekarang.

Juga dilakukan pemasangan lampion di sebagian ruas jalan raya sepanjang Jalan Katamso dan Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor.

Tak hanya itu, setiap tempat-tempat peribadatan mereka seperti di Vihara juga tak luput dari sentuhan untuk dihiasi dengan berbagai pernak-pernik khas tahun baru Imlek. Dan tak kalah pentingnya, ternyata ada tradisi di lingkungan etnis Tiong hoa Tanjung Selor, yang sampai sekarang tetap dilakukan setiap perayaan Imlek tiba. Berikut ulasannya.

Jumat (5/2/2016), beritakaltara.com mencoba mengulas beberapa kebiasaan dan tradisi etnis Tionghoa Tanjung Selor, yang masih melekat dilakoni dalam perayaan Tahun Baru Imlek, diantaranya ialah membersihkan rumah. Menurut tradisi masyarakat Tionghoa bulan 12 tanggal 24 berdasar penanggalan Imlek merupakan waktu yang ideal bagi mereka untuk melakukan bersih-bersih. Terutama bersih-bersih rumah tempat tinggal. Selain itu, memperbaharui perabot rumah tangga.

Oleh etnis Tionghoa yang ada di Tanjung Selor ini meyakini bahwa membersihkan tempat tinggal adalah bagian dalam membersihkan ketidakberuntungan dan nasib buruk pada penghuninya. Selain itu, sebagai simbol bahwa penghuni rumah tersebut telah siap meninggalkan hal-hal yang buruk untuk dilakukan dimasa-masa mendatang.

Tradisi lain yakni mengganung lukisan tahun baru. Menggantung lukisan yang bertema tahun baru Imlek juga bagian perayaan tahun baru Imlek yang biasa dilakukan oleh masyarakat etnis Tionghoa Tanjung Selor. Lukisan itu seperti lukisan yang menggambarkan Dewa Rezeki dan Dewa Fu Lu Shou dan beberapa lukisan Shio. #Ism

Comments are closed.