BeritaKaltim.Co

Polisi Hanya Mendiversi Pelaku Kejahatan di Bawah Umur.

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com – Maraknya kasus curanmor (pencurian sepeda motor) yang dilakukan anak di bawah umur di kota Samarinda sekarang ini, seringkali menyulitkan polisi menjerat para pelakunya untuk dikenakan sanksi pidana.

Seperti dijelaskan Kanit Reskrim Polsekta Ulu, Ipda Teguh Wibowo, kepada wartawan beritakaltim.com siang tadi, Senin (15/2/2016) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, maraknya aksi pencurian sepeda motor sekarang ini, banyak dilakukan anak berusia di bawah umur.

Hal itu diberlakukan bagi tersangka La (15) yang membawa kabur sepeda motor merk Honda Beat KT 5644 IY milik korban bernama Jayadi Pulung pada Jum’at (12/2/2016) puku 16.30 Wita di Jalan HM Ardans, jalur ring road 3 Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

“Barang buktinya sudah kami amankan, dan mengenai keadaan si tersangka hingga saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit umum AW Syahranie Samarinda, karena si tersangka terjatuh sendiri dan mengalami luka yang cukup serius, akibat dari mengendarai sepeda motor curian itu dalam keadaan out of control (di luar kesadaran – red) jadi bukan dihajar massa,” ujarnya.

Sepertinya, kata dia, si pelaku mengetahui UU No 11 tahun 2012 tentang system peradilan anak yang mengatur putusan hukum hanya di kenakan diversi (perdamaian – red).

“Undang-Undang itulah yang menyebabkan pihak kepolisian tidak bisa menjerat para tersangka untuk menjatuhkan sanksi hukum pidananya,” terangnya.

Mengenai hukuman bagi si tersangka, menurutnya, kemungkinan hanya diberikan warning (peringatan – red) saja, karena dia hanya melakukan pencurian itu baru sekali ini.

“Mengenai proses perbalnya tetap kami lanjutkan, setelah si tersangka keluar dari rumah sakit, dan sampai sejauh mana kesalahan yang dilakukannya, setelah itu barulah kami bisa memutuskannya,” papar. #Amran.

Comments are closed.