BeritaKaltim.Co

Reses Hermanto Kewot di PPU – Paser

 

TAMPUNG ASPIRASI: Ketersediaan listrik dan air bersih jadi keluhan utama warga saat reses Hermanto Kewot.
TAMPUNG ASPIRASI: Ketersediaan listrik dan air bersih jadi keluhan utama warga saat reses Hermanto Kewot.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi persoalan pemerintah. Bukan hanya kurang meratanya pelayanan yang dirasakan masyarakat. Minimnya pasokan listrik juga menjadi masalah. Seperti yang terjadi dan dirasakan masyarakat di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan kelurahan lain di sekitarnya, yang mengeluhkan pelayanan listrik yang hanya menyala selama 12 jam dalam sehari.

Tidak hanya listrik, masyarakat juga mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih. Selama ini masyarakat mendapatkan air bersih dengan cara membeli dari perusahaan atau pengelola swasta yang berada dekat permukiman mereka.

Demikian keluhan yang disampaikan masyarakat saat wakil rakyat Hermanto Kewot yang merupakan Anggota DPRD Kaltim melakukan reses atau jaring aspirasi masyarakat secara langsung ke daerah pemilihannya. Reses dilakukan selama 6 hari terhitung 2-7 Februari 2016.

“Warga sangat mengharapkan listrik dapat menyala selama 24 jam. Agar mereka dapat melakukan usaha maupun kegiatan lainnya yang membutuhan aliran listrik. Masyarakat sangat berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini,” ucap Kewot.

Sementara itu di Desa Sekurou Jaya, Kabupaten Paser mengharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian ataupun Dinas Kehutanan dapat mendukung desa mereka sebagai salah satu desa dengan komunitas tamanan hias bonsai di Kaltim. Bantuan seperti bibit dan pupuk pun sangat diharapkan dari pemerintah.

“Yang lebih penting masyarakat berharap pemerintah dapat membantu mempromosikan tanaman hias bonsai di Desa Sekurou agar lebih eksis. Baik di dalam kota, luar kota hingga ke mancanegara,” harapnya. #adv/lin/oke

Comments are closed.