BeritaKaltim.Co

Komisi III DPRD Kaltim Meninjau Jalan Bujangga

Berau tim dprd kaltim ke berau webTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Kondisi Jalan Bujangga yang amblas menjadi perhatian pemerintah pusat dan provinsi Kaltim selain Pemkab dan DPRD Berau sendiri. Hal ini seperti yang terlihat saat Komisi III DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau. Mereka melihat langsung kondisi Jalan Bujangga yang kini sudah tergenang air Sungai Segah.

Diketahui, rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Ir. Agus Suwandy didampingi Sekretaris Komisi III, Eddy Sunardi Darmawan SE, dan anggotanya H. Gamalis, SE, Syafruddin, S.Pd, H. Irwan Faisyal HP, SH, Veridiana Huraq Wang, S.Pd, MM, serta H. Herwan Susanto, S.Sos. Para legislator itu
tampak terkejut saat melihat kondisi Jalan Bujangga yang sebenarnya baru saja rampung diperbaiki dan dibuka untuk umum pada April 2014 lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Agus Suwandi mengatakan harus ada upaya penanganan sementara untuk Bujangga. Sebab, jika tidak segera ditangani,
dikhawatirkan rumah warga juga ikut amblas dan bisa menimbulkan korban jiwa.

“Harus dibuatkan turap, kalau tidak rumah warga yang amblas dan untuk mengurangi abrasi. Dan minggu depan, penanganan jalan ini akan dikerjakan
melalui sisi air, Balai Sungai berencana membuat sheet pile untuk membendung agar air tidak masuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ditambahnya, DPRD Kaltim melalui Komisi III siap mengawal Pemkab Berau untuk mendapatkan kucuran dana dari APBD Provinsi guna penanganan dan
perbaikan Jalan Bujangga, yang merupakan jalan nasional.

“Senin nanti kita akan langsung rapat dengan PU Provinsi agar secepatnya ditangani. Dan terkait anggaran, untuk penanganan yang masuk kewenangan
daerah akan kami kawal selalu serta berkoordinasi secepatnya dengan Pemkab Berau juga,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Taupan Madjid yang mendampingi rombongan meninjau lokasi mengatakan, pihaknya telah mendatangkan
tim ahli dari ITS.

“Jadi hasil kajian yang sudah pernah dilakukan menyebutkan, kawasan Bujangga itu sebagai kawasan bencana, mulai dari jembatan sampai SPBU Bujangga
itu terancam longsor,” ujarnya.

Dijelaskannya, guna mengatasi Jalan Bujangga yang amblas, harus menggunakan teknologi tinggi yang membutuhkan biaya besar dan dengan sistem
penanganan yang dilakukan secara menyeluruh dari sisi darat dan sungai.

“Tidak bisa hanya melakukan perbaikan di sisi darat saja, karena amblasnya Jalan Bujangga itu disebabkan arus sungai yang menggerus kawasan itu.
Apalagi posisinya tepat di kelokan sungai,” jelasnya.

Terakhir, Taupan juga menyebutkan, ada solusi yang lebih mudah dan murah ketimbang melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan Bujangga yang sudah
amblas yakni mengalihkan jalan.

“Sekarang kami sudah punya jalan ring road, kalau memang tidak ada dana untuk perbaiki Jalan Bujangga, dialihkan saja,” tutupnya. #hel

Comments are closed.