BeritaKaltim.Co

Dispertan Nyatakan Setuju Usulan Bupati Bentuk BUMD

Ilyas NasirTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.COM- Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Berau, Ir H Ilyas Nasir MM menyatakan setuju atas rencana Bupati Berau H Muharram SPd MM membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk menangani bisnis perkebunan, pertanian dan tanaman pangan.

“Kami tentu sangat setuju dengan rencana Bupati membantuk BUMD tersebut. Sebab, kami sangat optimis sistim agribisnis pertanian akan semakin membaik,” ungkapnya, Minggu (28/2/2016).

Sehubungan dengan rencana Bupati tersebut, kata Ilyas tidak ada alasan menyatakan tidak setuju atas rencana pembentukan BUMD itu. Sebab, dengan dibentuknya BUMD ini tidak memanjakan para petani, untuk mengaharapkan terus menerus mengulurkan tangan kepada pemerintah.

Satu sisi, lanjut Ilyas, dengan dibentuknya BUMD ini petani akan lebih serius meningkatkan produksifitas pertanian, karena petani akan dituntut mengangsur pinjaman modal dari BUMD tersebut. “ Sehingga mereka merasa terpacu, bagaimana berupaya semaksimal mungkin meningkatkan produksifitas,” tuturnya.

Sebab, dikatakan Ilyas, pihak BUMD ini juga dilibatkan pengawasan langsung di lapangan. Sehingga tingkat keseriusan petani membudidayakan sesuatu jenis tanaman, akan terkontrol setiap jengkalnya.

Kemudian, dibentuknya BUMD ini juga akan merangsang perusahaan yang memproduksi benih, bibit maupun pupuk untuk menawarkan produk yang terbaik. Dalam hal ini akan menyajikan produk yang berkualitas lebih tinggi, daripada bantuan bantuan pemerintah.

“Seperti yang terjadi di beberapa daerah, tak sebiji pun bibit atau benih dari pemerintah pusat diambil oleh para petani setempat. Karena kualitasnya jauh dibawah produk perusahaan produsen bibit, benih, pupuk yang biasa petani beli,” urainya.

Yang jelas, kata Ilyas, degan dibentuknya BUMD ini kedepan swasembada pangan akan dapat terealisasi. OLeh sebab itu, Ilyas mengaharapkan pula bahwa dibentuknya BUMD ini akan mampu menangani sistim dari hulu, yakni menyiapkan lahan, pengairan, mesin dan lain sebagainya. Selain itu, sistim on farm teknis budidaya, dan sistim hilir pasca panen, pemasaran, pengawetan dan pengemasan dapat terealisasi.

“Sebenarnya, kalau hasil petani ini ada yang langsung membeli, petani akan semakin semangat membudidayakan tanaman pangan. Berapapun harga bibit, benih dan pupuk, pasti mereka beli, dan itu dikatakan sendiri kepada saya,” katanya. #HEL

Comments are closed.