BeritaKaltim.Co

Dishub Kaltim Gelar Operasi Petik Kendaraan Barang

berau uji petik kendaraan webTANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.COM- Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Berau dan Satlantas Polres Berau menggelar Operasi Uji Petik di kawasan Jalan M. Iswahyudi pada pukul 10.00 wita, Rabu (02/03/2016).

Operasi ini merupakan rangkaian upaya penegakan aturan di Kaltim bagi kendaraan barang yang melebihi muatan sekaligus melakukan pengawasan terhadap
pelanggaran dimensi (modifikasi kendaraan) guna menekan atau mengurangi tingkat kecelakaan baik secara fatalitas maupun jumlahnya.

Dan di Kaltim, daerah pertama dilaksanakan operasi tersebut yakni Kabupaten Berau, yang merupakan salah satu pintu masuknya kendaraan dari daerah
lain yakni dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala Seksi (Kasi) Penimbangan dan Pemeriksaan Angkutan Barang, Irda Hariono yang memimpin operasi kali ini mengatakan sasaran utama dari kegiatan
tersebut yaitu kendaraan barang, tata cara pemuatan serta dimensi kendaraan (modifikasi kendaraan).

”Memang sasaran utama kita adalah dimensi kendaraan karena banyak kendaraan yang masuk dari luar Kalimantan sudah di modifikasi bagian baknya. Dan
kita juga memeriksa kelayakan kendaraan serta kelengkapan suratnya,” ujarnya

Dilanjutnya, operasi petik ini akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota yang menjadi sasaran utama yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai
Kartanegara, Kutai Barat, dan Paser. Dimana hal ini juga sebagai bahan pertimbangan untuk pembangunan jembatan timbangan khususnya untuk di Berau,
yang cukup banyak dilintasi kendaraan barang yang lebih muatan.

“Ada lima titik di Kaltim yang menjadi target kita, kita memilih kelima lokasi tersebut karena paling banyak dilalui oleh kendaraan yang membawa
muatan,” ujarnya.

Kemudian, ia menjelaskan operasi ini tidak hanya memerika dimensi kendaraan, para petugas juga melakukan pengujian kendaraan bermotor (KIR) kendaraan
dan menilang setiap pengemudi yang tidak membawa kelengkapan surat berkendara.

“Kita melaksanakan operasi ini sudah sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2004 tentang Angkutan jalan dan di mata hukum pun sudah sah,” pungkasnya.
Dan kesempatan itu dikatakan pula, kegiatan ini ditujukan untuk melakukan pembinaan kepada pengemudi kendaraan barang mengenai dampak yang
ditimbulkan akibat pemuatan barang melebihi kapasitas yang diijinkan terhadap keselamatan dirinya maupun pengguna lalu lintas lainnya. #HEL

Comments are closed.