BeritaKaltim.Co

Alphad Tuntut Balik Pencemaran Nama Baik

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com – Alphad Syarif, resmi melaporkan ke Polresta Samarinda tindak pencemaran nama baik yang dituduhkan terhadapnya. Ketua DPRD Kota Samarinda itu dituding pernah menerima uang gratifikasi dari perusahaan mini market Indomaret, dengan modus memuluskan puluhan surat perizinan perusahaan warlaba tersebut.

Laporan Alphad Syarif diterima langsung Kapolresta Samarinda Kombespol M Setyobudi Dwiputro, Selasa (15/3/2016) di ruang kerjanya selama satu setengah jam, dari pukul 11.30 hingga pikul 13.30 Wita.

Alphad Syarif tiba di Mapolresta Samarinda pukul 11.10 Wita, mengenakan baju setelan safari warna hitam menggunakan mobil pribadinya Toyota Harrier warna hitam KT 4 NE didampingi ajudannya, menyusul sekitar 300 orang simpatisannya yang datang secara spontanitas mengawalnya tanpa komando.

Semua tuduhan yang dialamatkan padanya itu dibantah dengan keras oleh Alphad Syarif. “Hari ini Saya resmi telah melaporkan Mukhlis Ramlan ke Kalporesta Samarinda, karena mengatakan Saya pernah menerima uang gratifikasi dari perusahaan Indomaret,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ditegaskannya, dirinya tidak pernah kenal dengan pihak perusahaan Indomaret yang sengaja menyeret namanya. Begitu juga dengan masalah pembuatan perizinan itu, tidak ada kaitannya terhadap tupoksi (tugas pungsi pokok – red)nya sebagai ketua DPRD.

“Kan yang membuat serta menerbitkan semua surat izin usaha itu dari Dinas Perizinan Pemkot Samarinda, jadi jelas tidak ada hubungannya dengan DPRD. Semua tuduhan itu tidak benar. Jika saya ada menerima uang gratifikasi itu, mana buktinya?” bantahnya kesal.

Diakui Alphad, hal itu membuat dirinya merasa terpukul dan tidak nyaman, karena berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kota Samarinda.

“Yang di tuduhkan tanpa ada bukti yang kuat sehingga membuat semuanya menjadi tidak menyenangkan, dan menggangu akitivitas saya,” tukasnya.

Bahkan, lanjut Alphad, yang membuat dirinya lebih kesal lagi, karena ulah Mukhlis yang santer diberitakan beberapa media, memajang foto dirinya dengan pemberitaan telah terlibat menerima uang gratifikasi.

“Sekali lagi saya tegaskan semuanya, tuduhan itu tidak benar, dan juga hal ini turut mencemarkan nama baik Saya dan keluarga Saya,” ketusnya.

Jadi, kata dia, untuk selanjutnya menyangkut proses hukum itu, pihaknya mengajukan tuntutan balik ke Polresta Samarinda. “Semuanya Saya serahkan kepada pihak yang berwajib untuk menyelesaikan perkara itu,” sergahnya. #Amran

Comments are closed.