BeritaKaltim.Co

Terima Mandau dari Tokoh Dayak, Jamwasgung : Kita Butuh Sinergitas Seperti ini

Samarinda, BERITAKALTIM.COM – Dewan Pertimbangan Adat Dayak Kaltim dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak), Abraham Ingan dalam suasana jamuan makan malam di Hotel Grand Senyiur Samarinda menyerahkan cinderamata berupa Mandau kepada Jaksa Agung Muda Kejaksaan Agung RI (Jamwasgung), Frof DR Raden Widyo Pramono SH MH MHum, Rabu (30/3/2016) disaksikan Kajati Kaltim Abdul Kadiroen SH MH, Wakajati Kaltim Yusuf SH MH dan para kajari dari 13 kabupaten-kota se Provinsi Kaltim dan Kaltara serta seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

“Kami bangga dan bersyukur, tetua Adat Dayak sangat menaruh kasih di antara kita, aparat penegak hukum khususnya kejaksaan. Nilai positif dan kemanfaatannya sungguh luar biasa. Negara kita butuh sinergitas seperti ini,” ucap Widyo Pramono.

Pemberian cinderamata dalam bentuk benda pusaka suku Dayak berupa mandau, bagi suku Dayak diartikan serbagai jembatan komunikasi dan menyingkirkan hal-hal yang merintangi perjalanan mereka dalam menempuh tujuan yang benar.

“Berkaitan dengan komunikasi, silaturahmi tokoh-tokoh Dayak dan tokoh-tokoh adat Kalimantan Timur, bertujuan menjalin satu hubungan kekeluargaan dengan institusi Kejati Kaltim. Oleh karena itu, kita ingin memberikan dukungan institusi penegak hukum khususnya Kejati Kaltim supaya aparat penegak hukum yang kita harapkan bisa menciptakan pemerintah yang bersih di Kalimantan Timur ini,” ujar Abraham Ingan kepada beritakaltim.com, Kamis (31/3/2016).

Itulah salah satu dambaan warga Dayak kepada Kejati Kaltim. Karenanya, Kadiroen selaku nahkoda Kejaksaan Tinggi Kaltim dijadikan sebagai warga kehormatan dan diberi gelar Sigau Belawan sebagai symbol ksatria sakti dan bijaksana.

“Setelah pemberian warga kehormatan itu, kita sudah mempunyai hubungan komunikasi yang kondusif dengan mereka (kejaksaan – red). Kebetulan tadi malam, Rabu (30/3/2016) datang Jamwas dari Kejaksaan Agung, Frof DR Raden Widyo Pramono SH MH MHum, salah satu pejabat Negara yang mengawasi kinerja jaksa di Kalimantan Timur ini,” tuturnya.

Sehubungan itu, kata Abraham, pihaknya diundang dan hal ini menjadi satu hubungan intensif dengan institusi kejaksaan sehingga sesuai dengan nilai dan figure tokoh kehormatan yang diberikan itu dengan harapan Kejati Kaltim dapat meningkatkan kinerjanya dan sekaligus juga memberikan cindera mata kepada Jamwasgung.

“Kami berterimakasih atas semua tanggapan positif dari beliau (Jamwasgung – red) dalam kunjungannya di Kalimantan Timur ini walaupun beliau datang urusan internal Kejati Kaltim tapi mereka merasa dekat dengan kita dan diundang,” imbuh Abraham.

Setelah Kejati kedatangan tamu atasannya dari Kejagung, Abraham menandaskan, diundang tidak diundang secara otomatis terpanggil untuk bersama-sama dengan mereka.

“Kebetulanhari ini, Kamis (31/3/2016) Saya diajak untuk mendampingi lawatan napaktilas beliau ke Makam Kerabat Kesultanan Kutai Lama. Jadi dengan kesan itu beliau mengucapkan terimakasih atas sambutan dan partisipasi yang begitu kekeluargaan dengan masyarakat Kaltim khususnya dengan tokoh-tokoh Dayak yang Saya wakili,” pungkasnya. #harianto rivai

Comments are closed.