BeritaKaltim.Co

Adopsi Program Nasional Demi Kemajuan Daerah

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Andika Hasan menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim perlu memiliki sebuah program lokal yang menyerupai program Nasional, agar lebih memudahkan sinkronisasi program tersebut .

Ia mencontohkan program Nasional yang bisa diadopsi daerah misalkan di sektor pendidikan seperti Indonesia mengajar. Program tersebut merupakan program yang diapresiasikan terhadap lulusan tenaga pendidik yang ada tanah air untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan kepada masyarakat yang ada di daerah pedalaman serta perbatasan.

“Sektor pendidikan mungkin menjadi salah satu yang bisa diadopsi. Daerah mesti realistis terhadap program nasional yang dijalankan, Apakah sudah berjalan atau tidak? Jika masih dianggap kurang masksimal mestinya daerah juga membuat program yang serupa untuk mendukung program nasional tersebut,” katanya.

Khusus untuk lulusan tenaga pendidik yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini, ia menganggap jika program tersebut harus tetap didukung. Namun daerah juga mesti memberikan pertimbangan lain terhadap sumber daya manusia (SDM) lokal yang mengikuti program tersrbut. Memang mereka terpanggil untuk menjadi pengajar muda dan ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menurutnya, menjadi pengajar muda bukanlah pengorbanan tapi itu adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Karena selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Selanjutnya, politikus asal PDIP tersebut mengatakan jika program nasional tak sepenuhnya berjalan dengan maksimal, itulah yang menjadi celah bagi daerah untuk memanfaatkannya, dengan adanya program daerah yang menyerupai pusat kekurangan tersebut dapat tertutupi. Apalagi di Kaltim kondisinya sangat memprihatinkan terkait sektor pendidikan. Kurangnya tenaga pengajar di daerah pedalaman dan perbatasan Kaltim dirasa sangat cocok jika program tersebut dijalankan oleh daerah. Artinya lulusan tenaga pendidik di Kaltim tetap dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki sekaligus dapat tetap mengabdi terhadap tanah kelahiran mereka di daerah.

“Saat ini terdapat 57 orang tenaga pendidik lulusan SM-3T yang ada di Kaltim. Jika pemerintah membuat program seperti pusat maka sangat bermanfaat bagi sektor pendidikan di pedalaman dan perbatasan. Kondisi saat ini daerah pedalaman yang ada di Kaltim hanya ada tenaga pengajar yang kualitasnya masih rendah, dengan tangan-tangan profesional muda tentu akan mengangkat derajat pendidikan masyarakat daerah tersebut dan selanjutkan turut membantu kemajuan seperti daerah-daerah lainnya,” ucapnya.#adv/yud/gg

Comments are closed.