BeritaKaltim.Co

Dalam Waktu Dekat Turun SK Ketua Golkar Kaltim

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Lama tak terdengar lagi kabar lanjutan Musda Partai Golkar Kaltim sejak penyelenggaraan 12-13 Maret 2016 lalu di Hotel Grand Senyiur Balikpapan yang berakhir deadlock, kabar baru datang dari Yorris Raweyai.

Menurut salah seorang pengurus DPP Golkar yang diutus menghadiri Musda Golkar Kaltim ini, keputusan mengenai siapa memimpin Golkar Kaltim harus sudah diputuskan sebelum dilaksanakannya Munas (Musyawarah Nasional) Partai Golkar yang direncanakan 23 Mei 2016.

Menurut Yorris, DPP Partai Golkar tinggal menghitung hari untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai siapa Ketua Partai Golkar Kaltim. Sebab, pengurus provinsi juga harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti Munas.

“Saya pastikan dalam waktu dekat sudah ada surat keputusan DPP Partai Golkar mengenai ketua Golkar Kaltim,” ujar Yorris Raweyai saat wawancara via telpon dengan beritakaltim.com, Sabtu (23/4/2016). Terkesan lambat karena ketua umum masih konsentrasi pada pekerjaan lain seperti persiapan Munas.

Yorris mengatakan, keputusan final ada pada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Seluruh agenda Musda di Balikpapan sudah dianggap selesai berdasar mekanisme musyawarah mufakat yang juga menjadi tradisi Partai Golkar.

“Jadi, ini diskresi dari Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie,” kata Yorris. Dalam kamus bahasa Indonesia diskresi berarti kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi.

Apa yang bakal menjadi keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie khususnya siapa menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, Yorris tidak mau berspekulasi. Menurutnya, lima orang pengurus DPP yang diutus menghadiri Musda Golkar Kaltim di Balikpapan telah melakukan rapat dan melaporkan hasil dari Musda tersebut.

Laporan yang disampaikan adalah mengenai situasi Musda yang dirasakan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Kemudian hasil pra pemilihan melalui voting tertutup yang dilaksanakan usai acara pembukaan oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie.

“Setelah dari Balikpapan itu kami (pengurus DPP,red) rapat dan menyerahkan hasil dari pelaksanaan Musda kepada Ketua Umum. Hasilnya Pak Said Amin yang menang dan berhak jadi ketua Golkar Kaltim,” ujar Yorris.

Saat pra pemilihan ketua Golkar Kaltim, hanya muncul 2 calon ketua dari peserta sah Musda, yakni Said Amin dan Rita Widyasari. Kemudian masing-masing peserta sah menuliskan siapa yang dipilihnya dan hasilnya adalah 7 suara untuk Said Amin dan 6 untuk Rita widyasari. Satu suara hak DPP sejak awal Musda sudah dinyatakan abstain alias netral.

“Jadi semua sudah selesai. Tinggal menunggu SK saja. Saya dengar Ketua Umum akan memanggil Said dan Rita sebelum terbitnya SK,” ujarnya.

Yorris melihat dinamika politik yang berlangsung paska Musda Golkar Kaltim masih berlangsung positif. Hal itu dianggap baik untuk membesarkan partai. #le

Comments are closed.