BeritaKaltim.Co

Diperiksa BPK, PPTK Proyek Jalan Kariangau Melarikan Diri

SAMARINDA.BERITAKALTIM.COM – Tidak bisa dipercaya, tapi itulah yang terjadi. Seorang PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Proyek Pembangunan Jalan dari KM 13-Kawasan Industri Kariangau (KIK) Karingau Tahun Anggaran 2014 melarikan diri sebanyak dua kali dari auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim.

Auditor BPK Perwakilan Kaltim mengungkapkan PPTK melarikan diri itu dalam LHP atas Penggunaan ABPD Kaltim Tahun 2014. Disebutkan, pemberitahuan akan adanya pemeriksaan lapangan atas proyek senilai Rp41,6 miliar tersebut sudah disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan ke Sekdaprov Kaltim tanggal 15 April 2015. Pemeriksaan lapangan dijadwalkan tanggal 4 Mei 2015.

“Saat kegiatan pemeriksaan lapangan dilakukan, sang PPTK, melalui pesan singkat mengabarkan tak bisa hadir dengan alasan mengantar pengawas lapangan ke rumah sakit karena mendadak sakit,” ungkap auditor.

Kesepakatan pemeriksaan lapangan dilaksanakan esok hari, tanggal 5 Mei 2015, menurut auditor, juga diingkari PPTK tersebut, tapi tanpa alasan yang jelas. “Dari itu auditor tidak dapat melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dan mendapatkan bukti kompeten menilai pekerjaan yang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Proyek Pembangunan Jalan KM 13-Kariangau dikelola Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltim Tahun 2014 dengan volume proyek sepanjang 4,125 Kilometer dengan konstruksi rigid pavement.

Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Rakyat Kalimantan Timur, Muhammad Ridwan ketika diminta komentarnya atas kejadian tersebut minta BPK Perwakilan Kaltim untuk melakukan pemeriksaan lagi tahun 2016 ini. “Seingat saya di Mei 2016, BPK juga melakukan pemeriksaan untuk penggunaan APBD Kaltim 2015, sekalian saja proyek yang tertinggal diperiksa tahun sebelumnya diperiksa lagi,” ucapnya.

Ia menyesalkan kejadian tersebut karena menurunkan kredibilitas Pemprov Kaltim dimata auditor BPK. “Lucu juga PPTK bisa mengelak dari kewajibannya. Bisa jadi proyeknya bermasalah,” kata Ridwan#Into

Comments are closed.