BeritaKaltim.Co

Pemilik Speed Harus Siapkan Tempat Ibu Menyusui

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Ketua Pusat Perlindungan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Kalimantan Utara Hj Ainun Faridah, betul-betul memberikan perlindungan bagi kaum perempuan. Sehingga, menyandang sebagai ketua di pusat perlindungan terpadu perempuan dan anak tidak sekedar isapan jempol belaka. Buktinya, agar kaum ibu-ibu yang menyusui mendapat kenyamanan saat berada dalam speed boat jasa transportasi laut antar daerah dalam Provinsi Kaltara pun, mulai disoroti.

Kepada pemerintah daerah maupun pengelola jasa transportasi laut ini, hendaknya memperhatikan hak-hak bagi kaum ibu-ibu yang menggunakan jasa angkutan tersebut. Sebab, sejauh ini speed boat yang tersedia, belum mengakomodir hak-hak kaum ibu yang menyusui sehingga saat ikut dalam speed boat tersebut, para ibu-ibu yang membawa bayi ini, sangat sulit menyusui.

Ditempatkannya dibagian penumpang umum, menjadi salah satu faktor kenapa ibu-ibu yang membawa banyinya itu sulit memberi air susu ibu (ASI) pada bayinya. Oleh karena itu, P2TP2A Kaltara, meminta agar hak-hak ibu menyusui diperhatikan khusus oleh pemilik transportasi laut ini. Setidaknya, dalam speed tersebut harus ada ruangan khusus bagi ibu yang membawa bayinya untuk memudahkan menyusui.

Apa yang disuarakan oleh mantan anggota DPRD Bulungan ini, patut memang untuk didukung. Pasalnya, sejauh ini speed boat yang beroperasi di daerah ini memang belum tersedia fasilitas khusus bagi ibu-ibu yang menyusui. Sehingga, sangat menyulitkan bagi kaum ibu yang menggunakan jasa transportasi tersebut ketika hendak menyusui bayinya saat berada dalam speed boat.

“Pemerintah daerah harus tegas meminta kepada pengusaha jasa transportasi laut (speed boat, red) agar menyediakan tempat bagi ibu menyusui dalam speednya. Supaya kaum ibu ini mendapat kenyamanan saat ikut dalam speed tersebut,” kata Ainun Faridah kepada beritakaltara.com saat wawancara via telepon selulernya di Tanjung Selor.

Dikatakannya, pihaknya kerap menemui ibu-ibu dalam speed yang membawa bayinya, mengaku kesulitan menyusui. Karena ia harus berada di tengah-tengah penumpang umum lainnya. Karena itu, sebagai yang membidangi P2TP2A, Ainun mendesak pemerintah daerah untuk meminta kepada pemilik usaha transportasi laut ini agar memperhatikan hak-hak ibu menyusui selama dalam speed.

Sementara itu, pantauan media ini terkait keberadaan speed boat komersil yang beroperasi di Kaltara seperti jurusan Tanjung Selor – Tarakan, sejauh ini memang belum ada tersedia armada speed yang menyiapkan tempat khusus bagi ibu menyusui. Padahal hal ini penting dan tidak bisa dianggap spele karena ibu menyusui tidak harus mempertontonkan kepada penumpang lainnya bagian-bagian khusus saat sedang menyusui bayinya. #Ism

Comments are closed.