BeritaKaltim.Co

Dandim 0911 Nunukan Coffe Morning dengan Warga

NUNUKAN, BERITAKALTIM.COM – Gelar cofee morning, Kodim 0911 Nunukan memberikan pemahaman kepada sejumlah undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, ormas, tokoh adat dan sejumlah LSM.

Acara yang digelar di Ballrooom Hotel Laura mengambil tema melalui komunikasi sosial dengan komponen masyarakat kita tingkatkan wawasan kebangsaan guna memujudkan persatuan dan kesatuan.

Komandan Kodim Letkol Inv Valian Wicaksomo mengatakan, warga negara berhak dan wajib melakukan bela negara. “Di Pasal 27 jelas bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara. Kalau hak itu terserah individu yang bersangkutan. Tetapi kalau kewajiban berarti berlaku untuk semua rakyat Indonesia,” ujarnya Senin (23/05/2016).

Mesti wajib, menurut Valian tidak harus dimiliterisasi, tetapi kewajiban bela negara menurutnya bisa sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Kewajiban bela negara bagi warga merupakan komponen pendukung sesuai dengan bidang masing-masing.

“Kalau TNI komponen utama, kalau masyarakat ya komponen pendukung sesuai dengan bidang masing masing,” imbuhnya.

Valian Wicaksono juga meminta seringnya warga menggunakan perlkataan garuda didadaku Malaysia diperutku tidak lagi didengungkan oleh warga. Menurutnya meski warga diwilayah perbatasan masih bergantung kepada Negara Malaysia dalam pemenuhan sembako, namun tidak seharusnya jargon tersebut menjadi kebiasaan warga.

“Harus diganti jargon seperti itu. Garuda didadaku, kujaga dan kubela selama hayat di kandung badan,” kata Valian.

Selain untuk memberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan, acara coffe morning juga merupakan cara untuk lebih mempererat hubungan antara Kodim 0911/Nunukan dengan warga. Dengan terjalinnya hubungan yang dinamis diharapkan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dapat segera dicarikan solusi.

“Banyak sekali kejahatan model baru. Dari mama minta pulsa sampai penipuan, kita harapkan warga langsung saja dilaporkan kepada kami. Apalagi yang mengatas namakan personil kodim dengan menggunakan atribut semacam celana loreng kita minta masyarakat langsung melaporkan ke kami,” pungkas Valian Wicaksono.

Comments are closed.