BeritaKaltim.Co

Ramadhan Disdik Berlakukan Pengurangan Jam Belajar

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.COM – Tidak lama lagi umat muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, setidaknya kurang lebih delapan hari lagi. Selama Ramadhan Dinas Pendidikan Kabupaten Berau akan memberlakukan peraturan khusus berupa pengurangan jama belajar, untuk setiap jam pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar.

“Pengurangan jam pelajaran tersebut berlaku untuk semua jenjang sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA),” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Drs Susila Harjaka.

Harjaka menjelaskan, bahwa pengurangan jam pelajaran tersebut seperti tahun – tahun sebelumnya, dan ini berlaku setiap bulan suci Ramadhan, nanti pihaknya akan memberikan edaran yang telah dikirim ke seluruh sekolah, dari jenjang SD hingga SMA dan sederajat.

Harjaka mencontohkan, satu jam pelajaran untuk tingkat SD biasanya berlangsung selama 35 menit, namun selama bulan puasa hanya akan berlangsung selama 25 menit, begitu pula untuk tingkat SMP akan berlangsung 30 menit, dan untuk SMA berlangsung selama 35 menit. “ Itu rencana yang akan kita berlakukan di bulan suci Ramadhan nanti, dan ini belum final. Karena masih akan kami bahas lagi nanti,” ungkapnya.

Keputusan pengurangan jam pelajaran itu, diharapkan dapat memberikan situasi yang kondusif bagi siswa dalam menjalankan ibadah puasa, selain untuk mendukung agar ibadah puasa mereka tetap berjalan dengan baik.

Selain itu Disdik juga meminta sekolah untuk meningkatkan kegiatan keagamaan, seperti mengadakan pesantren kilat (Peskil), pengumpulan zakat atau kegiatan lainnya.

“Sedangkan bagi sekolah milik yayasan non muslim, diminta untuk menghormati pelaksanaan ibadah umat muslim dan menjaga agar tetap kondusif,” pintanya.

Harjaka juga mengatakan, selama bulan puasa Ramadhan ini dituntut untuk bisa lebih banyak melaksanakan berbagai amal ibadah, karena bulan Ramadhan, bulan suci dan bulan penuh magfirah.

Sehingga mereka dalam melaksanakan tugas dan kewajiban bisa selalu berlandaskan keimanan dan ketaqwaan, dan pada akhirnya tentu kita harapkan bisa menjauhkan dari penyalahgunaan narkoba, bergaulan bebas, serta perbuatan negatif lainnya . harap Harjaka.

“ Saya juga berharap kepada para siswa kegiatan ini jangan dijadikan sebagai beban atau keterpaksaan, tapi harus ikhlas mengikutinya. Sehingga, selain menjalankan ibadah puasa, amal ibadah para siswa makin bertambah. Saya harap hal ini tidak hanya dilakukan pada bulan suci Ramadhan saja, tapi juga bisa dilakukan oleh para siswa dalam kehidupan sehari – hari ” pintanya. #MAR

Comments are closed.