BeritaKaltim.Co

Defisit Anggaran, Pemkab Nunukan Kurangi Anggaran Setiap SKPD

NUNUKAN, BERITAKALTIM.COM – Pemerintah Kabupetn Nunukan akan mengurangi angaran di setiap SKPD sebanyak 10 persen, hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran dikarenakan APBD Nunukan tahun 2016 mengalami defisit anggaran hingga 200 milyar rupiah. Sekertaris daerah Kabupaten Nunukan Tomy Harun mengatakan, Penetapan anggaran tahun 2016 yang ditetapkan tahun 2015 ternyata dana bagi hasil tidak sesuai dengan perencanaan.
“Kondisi kita tahun 2015 masih normal, ternyata tahun 2016 ada penerimaan negara yang tidak tercapai. Kita mendapat bagi hasil dari pusat, karena pendapatan negara tidak tercapai akhirnya tidak dikirim kepada kita padahal sudah kita masukkan dalam rencanan kita. Kita sudah perdakan, kita sudah bikin kegiatannya, SKPD telah mengusulkan, itulah yang menjadi defisit kita sekarang,” ujar Tomy Harun.

Menyikapi defisit anggaran tersebut, pemerintah daerah berencana mengurangi 10 persen anggaran setiap kegiatan di SKPD. Dalam penyusunan anggaran perubahan, Pemkab Nunukan bahkan akan mengajukan pengurangan anggaran bukan lagi penambahan anggaran.
“Sekarang defisit, karena kita menganut anggaran berimbang dalam penyusunan anggaran perubahan kita bukan menambah tapi mengurangi. Artinya beberapa kegiatan yang tidak prioritas dan tidak ada anggarannya kita revisi dalam APBD ini. Sehingga nanti seteah perubahan yang bisa kita laksanakan nanti,” imbuh Tomy Harun.

Hingga pertengahan tahun, serapan anggaran APBD tahun 2016 Pemkab Nunukan sangat kecil dikarenakan tidak adanya kegiatan pembangunan dikarenakan minimnya anggaran daerah. Meski anggaran minim, Pemkab Nunukan belum memastikan akan mengurangi angaran perjalanan dinas.
“Yang raat dari pusat ada tujuannya sesuai anggaran, tetapi kalau yang tidak ada anggrananya ya lewat telepon saja,” pungkas Tomy Harun. #dhim

Comments are closed.