BeritaKaltim.Co

Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Disorot

SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Ketua Fraksi PPP-Nasdem DPRD Kaltim, Gamalis mengomentari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim tahun 2015 mengenai pendidikan di Kaltim pada tahun 2015. Dimana pendidikan tersebut telah tersedia anggaran sebesar Rp 383,57 miliar turun sebesar Rp 133,39 miliar atau 25,8 persen dari tahun 2014 sebesar Rp 516,96 miliar. Dari anggaran tersebut mampu direalisasikan sebesar Rp 351,84 persen atau 91,73 persen.

Sehingga menimbulkan sebuah pertanyaan terhadap anggaran pendidikan yang dianggarkan sebesar Rp 383,57 miliar atau 3,34 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015 setelah perubahan sebesar Rp 11,484 triliun.

“Sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kaltim tahun 2013-2018 telah menetapkan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan sebagai prioritas pertama dari 12 prioritas pembangunan,” kata Gamalis.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim itu mengaku sependapat dengan pemerintah terhadap berbagai solusi yang ditempuh mengatasi berbagai permasalahan. Seperti peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dapat dilakukan salah satunya dengan pelayanan kesehatan dokter terbang yang melibatkan dokter spesialis untuk menjangkau daerah tersebut dan pembangunan rumah sakit pratama.

Sedangkan peranan lintas sektor lain pun sangat diharapkan memperbaiki akses atau jalur transportasi menuju fasilitas kesehatan agar memudahkan masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan terutama fasilitas kesehatan dasar yang ada.

“Untuk pemenuhan tenaga kesehatan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan melalui advokasi kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan anggaran dalam rekrutmen tenaga kesehatan strategis,” ucapnya.

Adapun penyediaan anggaran dalam rekrutmen tenaga kesehatan yakni dokter, bidan dan perawat. Juga pengupayaan agar Kementerian Kesehatan menyediakan tenaga kesehatan berbasis Team Base yaitu Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di Puskesmas Long Apari, Long Pahangai di Kabupaten Ulu dan Puskesmas Maratua di Kabupaten Berau. Serta tenaga kesehatan yang dikontrak melalui anggaran pemerintah daerah kabupaten untuk ditempatkan di daerah terpencil maupun sangat terpencil.

“Advokasi ke kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan melalui penerapan pola hidup bersih sehat. Sebab itu, pemerintah harus terus mengawal proses kemajuan pelaksanaan solusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” imbuh Gamalis. #adv/rid/gg/oke

Comments are closed.